Suarantt. id, Kupang-Pemerintah Kecamatan Maulafa terus menghadirkan berbagai inovasi dalam penanganan persampahan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu terobosan yang kini dikembangkan adalah pengolahan sampah berbasis pemberdayaan, mulai dari budidaya maggot hingga produksi sabun cuci.
Camat Maulafa, Immanuel Ully, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
Menurutnya, sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan semata, tetapi juga sebagai peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sampah organik bisa dikelola menggunakan maggot. Dalam teori, maggot mampu mengonsumsi sekitar 70 hingga 80 persen sampah organik. Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan dan ayam, bahkan memiliki nilai jual,” jelasnya.
Selain pengolahan sampah organik, pihak kecamatan juga telah membentuk kelompok pemberdayaan masyarakat yang bergerak di bidang produksi sabun cuci. Program ini telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Camat Nomor 234 Tahun 2025 tentang pembentukan tim implementasi usaha pembuatan sabun dan maggot.
Ia menambahkan, inovasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban sampah di lingkungan. Ke depan, pemerintah kecamatan juga berharap adanya dukungan dari kementerian terkait untuk pengembangan program-program tersebut.
Tak hanya itu, Kecamatan Maulafa juga telah memiliki bank sampah di tingkat kelurahan yang berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah anorganik. Melalui bank sampah, masyarakat didorong untuk memilah dan menabung sampah yang memiliki nilai jual.
Dalam upaya jangka panjang, Pemerintah Kecamatan Maulafa juga merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) guna memperkuat sistem pengelolaan sampah secara terpadu.
Meski berbagai inovasi telah dilakukan, Camat Maulafa mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah sesuai aturan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi terus digencarkan hingga ke tingkat RT dan RW.
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan masyarakat, kami optimistis pengelolaan sampah di Maulafa akan semakin baik ke depan,” pungkasnya. (Penulis/ADV)





