Inspektorat NTT Gelar Program OVOP di Desa Nifutasi, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM

oleh -80 Dilihat
Inspektorat Daerah NTT Gelar Program Intervensi Perangkat Daerah Berbasis Desa melalui One Village One Product (OVOP) di Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kefamenanu-Inspektorat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar program Intervensi Perangkat Daerah Berbasis Desa melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) di Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan ekonomi desa, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

Kegiatan tersebut secara resmi diluncurkan oleh Yusuf Lery Rupidara yang mewakili Pemerintah Provinsi NTT dalam agenda pembukaan kegiatan.

Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Inspektorat Daerah Provinsi NTT atas inisiatif program yang dinilai tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.

“Pembangunan desa merupakan titik awal kemajuan daerah. Karena itu, setiap program harus mampu memberikan manfaat nyata, memperkuat kapasitas masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Inspektur Daerah Provinsi NTT Stefanus Halla menjelaskan bahwa program Intervensi Perangkat Daerah Berbasis Desa merupakan bagian dari implementasi arah kebijakan RPJMD 2025-2029, khususnya dalam penguatan ekonomi desa melalui inovasi OVOP.

Menurutnya, Desa Nifutasi menjadi salah satu desa intervensi tahun 2026 yang dipilih karena memiliki potensi pertanian yang kuat, khususnya komoditas pisang dan ubi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Kita tidak hanya mendorong produksi bahan mentah, tetapi bagaimana desa mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berdaya saing,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga melaksanakan sejumlah program terpadu, antara lain pelatihan pengelolaan keuangan desa bagi aparatur, sosialisasi antikorupsi bagi siswa SD dan SMP, serta pelatihan pengolahan dan pengemasan keripik pisang dan ubi bagi kelompok usaha desa.

BACA JUGA:  Wujudkan Janji Kampanye, Pemkot Kupang Sediakan Liang Kubur Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Hasil pelatihan tersebut melahirkan empat kelompok usaha kreatif, yaitu Kelompok Neak Alekot, Maes Oni, Oennasu, dan Sus Mina, yang kemudian menghasilkan produk OVOP berupa keripik pisang dan keripik ubi dengan berbagai merek lokal Desa Nifutasi.

Selain pelatihan, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada empat kelompok usaha, berupa kompor, meja kerja, alat perajang, timbangan digital, hand sealer, serta perlengkapan masak lainnya untuk mendukung keberlanjutan produksi.

Di sektor pendidikan, sebanyak 100 siswa SD dan SMP juga menerima bantuan alat tulis sebagai bagian dari sosialisasi antikorupsi yang bertujuan menanamkan nilai integritas sejak dini.

Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemasaran produk desa melalui berbagai kanal seperti NTT Mart, BUMDes, koperasi, serta jaringan ritel di wilayah TTU dan sekitarnya. Bahkan, sejumlah instansi seperti Inspektorat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga pemerintah kecamatan telah berkomitmen menjadi pasar awal produk OVOP Desa Nifutasi.

Program ini diharapkan mampu menjadikan Desa Nifutasi sebagai salah satu sentra ekonomi baru di wilayah perbatasan NTT, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.