Jaga Lingkungan, BBWS NT II Laksanakan Program Bersih Sungai Perkotaan di Kali Dendeng

oleh -71 Dilihat
Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit Serahkan Peralatan untuk Kegiatan Bersih-bersih di Kali Dendeng Kota Kupang pada Selasa, 26 Mei 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian sungai di Kota Kupang, dengan Kali Dendeng sebagai salah satu fokus utama kegiatan bersih-bersih sungai.

Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, menegaskan bahwa sungai memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai saluran drainase, tetapi juga sebagai sumber kehidupan dan indikator tata kelola lingkungan perkotaan.

“Sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Kupang. Jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat besar, namun jika diabaikan bisa menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan,” ujarnya saat memberi sambutan dalam Seremonial Bersih-Bersih Sungai Perkotaan di Kali Dendeng Kelurahan Fontein Kota Kupang pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan bersih-bersih sungai direncanakan akan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam setahun sebagai bagian dari upaya pemeliharaan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari rencana kerja BBWS Nusa Tenggara II tahun 2026 yang didanai melalui APBN.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Bendung Dendeng, Kelurahan Fontein, pada Selasa, 26 Mei 2026, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Dinas PUPR Kota Kupang, TNI/Polri, serta masyarakat setempat.

Selain Kali Dendeng, aksi bersih sungai juga menyasar sejumlah sungai lain di Kota Kupang, seperti Sungai Merdeka, Sungai Oesapa, dan Sungai Oeba. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kebersihan sungai sekaligus mengurangi potensi pencemaran dan banjir di kawasan perkotaan.

Parlinggoman menekankan bahwa meskipun BBWS memiliki kewenangan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dalam pengelolaan sungai, namun keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi semua pihak.

Ia juga mengingatkan pentingnya penertiban sempadan sungai sesuai regulasi, pengendalian sampah dan limbah domestik, serta sinkronisasi pembangunan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Menurutnya, meningkatnya limbah plastik yang mengalir ke laut turut berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Kondisi ini memaksa nelayan untuk melaut lebih jauh dengan biaya operasional yang lebih tinggi.

“Kita harus mengendalikan sampah dari hulu, karena sungai menjadi jalur utama limbah menuju laut. Jika ini tidak ditangani, dampaknya akan semakin luas,” jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi besar Kali Dendeng sebagai sumber air baku yang mampu memenuhi sekitar separuh kebutuhan air bersih masyarakat Kota Kupang. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik dan berkelanjutan menjadi sangat penting.

Melalui kegiatan ini, BBWS Nusa Tenggara II berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai semakin meningkat, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.