Suarantt.id, Kupang-Perubahan wajah Kota Kupang perlahan mulai terasa. Jika beberapa tahun lalu tumpukan sampah masih mudah dijumpai di sejumlah sudut kota, kini kondisi tersebut berangsur membaik. Jalanan terlihat lebih bersih, titik-titik pembuangan liar mulai berkurang, dan kesadaran masyarakat pun perlahan tumbuh.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menilai penanganan sampah dan kebersihan kota saat ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat kondisi Kupang secara menyeluruh dan objektif, bukan hanya dari satu dua titik yang masih menyisakan persoalan.
“Kalau kita lihat secara keseluruhan, Kota Kupang hari ini jauh lebih bersih dibandingkan saat awal saya masuk dan mulai bekerja,” ujarnya kepada media ini pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dia mencontohkan kondisi di Jalan Palapa yang sebelumnya kerap dipenuhi sampah dalam kantong plastik yang dibuang sembarangan di pinggir jalan. Kini, pemandangan tersebut sudah jauh berkurang seiring dengan penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar klaim, tetapi juga didukung oleh penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Capaian pengelolaan sampah Kota Kupang mengalami peningkatan, dari sebelumnya berada di kisaran 40-an poin, kini naik menjadi sekitar 58 poin. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah standar Adipura yang berada di kisaran 60-an poin.
“Artinya kita sudah bergerak ke arah yang benar, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” jelasnya.
Mantan Anggota DPRD NTT ini juga menyoroti adanya pihak-pihak yang menilai kondisi kota hanya dari titik tertentu yang masih terdapat tumpukan sampah. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan kondisi Kupang secara keseluruhan.
“Kalau hanya ambil video di satu titik yang masih ada sampah, itu tidak fair. Kita tidak menutup mata, tapi harus dilihat secara utuh,” tegasnya.
Di sisi lain, perubahan juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika sebelumnya banyak wilayah yang tidak memiliki tempat sampah, kini fasilitas tersebut sudah tersedia hingga tingkat RT dan RW. Selain itu, frekuensi pengangkutan sampah juga semakin rutin, sehingga tidak lagi menumpuk dalam waktu lama.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kupang masih menghadapi keterbatasan, terutama dari sisi armada dan tenaga kebersihan. Karena itu, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kebersihan kota.
Wali Kota Kupang pun mengimbau warga untuk disiplin membuang sampah sesuai waktu yang telah ditetapkan, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Hal ini penting agar petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dapat mengangkut sampah secara optimal sesuai rute yang telah ditentukan.
“Petugas kita bekerja berdasarkan jadwal dan rute. Kalau masyarakat buang sampah di luar waktu itu, tentu akan menyulitkan,” ungkap Ketua DPW PSI NTT ini.
Di balik berbagai upaya yang dilakukan, perubahan Kupang menuju kota yang lebih bersih bukanlah hasil kerja satu pihak saja. Ini adalah proses panjang yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Kini, dengan capaian yang mulai terlihat, harapan akan Kota Kupang yang bersih dan layak meraih Adipura bukan lagi sekadar angan. Namun, sebuah target yang perlahan didekati melalui kerja nyata dan kesadaran bersama. (Penulis/ADV)





