K3S Kota Kupang Siap Hadirkan 100 Tim SD di Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional 2025

oleh -1280 Dilihat
Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang Beri Keterangan Pers. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang, Joni Andirias Higa Huki menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penyelenggaraan Festival Lomba Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional tingkat Kota Kupang yang akan berlangsung pada 5-6 November 2025 di pelataran Gereja Katolik Santo Fransiskus Assisi Kolhua.

Dalam dukungan tersebut, K3S memastikan akan menghadirkan 100 tim anak SD, terdiri dari 50 tim sikidoka dan 50 tim tali merdeka, dengan jumlah anggota setiap tim mencapai 10-20 orang. Menurut Joni, komitmen ini merupakan bagian dari upaya K3S untuk menghidupkan kembali warisan permainan rakyat di kalangan pelajar sekolah dasar.

“Ini komitmen kami untuk mendorong anak-anak mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya,” ujar Joni.

Adapun jajaran pengurus K3S Kota Kupang yang hadir antara lain:

  • Ketua: Joni Andirias Higa Huki
  • Sekretaris I: Surahman Husein
  • Sekretaris II: Emanuel Nata Huler

Festival ini akan memperlombakan berbagai permainan tradisional seperti tali merdeka, hadangan, galasing, sikidoka, dan gasing. Kegiatan digelar oleh KPOTI Kota Kupang di bawah pimpinan Gregorius Takene, bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Kupang melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang diwakili Kabid Pendidikan Dasar, Okto Naitboho. Ia menegaskan bahwa dinas siap membantu penuh pelaksanaan lomba, termasuk menyediakan hadiah dan hiburan bagi seluruh peserta.

Ketua Panitia, Johni Eduard Rihi, menambahkan bahwa kegiatan ini akan menghadirkan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan serta akan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis. Ia menjelaskan bahwa festival ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya di tengah gempuran permainan modern berbasis teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi rekomendasi resmi kepada Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan agar permainan rakyat bisa dicatat sebagai aset budaya bangsa,” ujar Johni.

Sementara itu, Ketua KPOTI Kota Kupang, Gregorius Takene, menegaskan pentingnya permainan rakyat dalam menumbuhkan kreativitas, nilai gotong royong, dan karakter sosial pada anak-anak. Ia optimistis festival ini menjadi momentum kebangkitan permainan rakyat di Kota Kupang sekaligus memperkuat identitas budaya generasi muda. (Goe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.