Suarantt.id, Bajawa-Di tengah situasi warga yang masih berjuang memulihkan diri pascagempa bumi, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko turun langsung ke lokasi pengungsian warga di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada pada Jumat (21/8/2026).
Kehadiran Kapolda NTT bukan sekadar kunjungan. Rudi Darmoko datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa, mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terdampak mendapat perhatian.
Kapolda NTT bersama rombongan tiba di Lapangan Kabar Gembira, Desa Lekosambi Barat, Kecamatan Riung, sekitar pukul 09.47 Wita menggunakan helikopter Polri jenis B429 dengan nomor register P-3202.
Setelah mendarat, Kapolda NTT bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal dan rombongan langsung menuju tempat pengungsian warga di Desa Tadho Tengah, tepatnya di belakang Gereja St. Petrus Paulus Bekek.
Di lokasi pengungsian, Kapolda didampingi Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa serta sejumlah pejabat kepolisian berdialog langsung dengan warga yang menjadi korban gempa.
Rudi Darmoko mendengarkan kondisi yang dialami masyarakat sekaligus melihat situasi tempat pengungsian secara langsung. Dialog tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan mereka setelah bencana mengguncang wilayah Riung.
Di hadapan para penyintas, Kapolda NTT memberikan penguatan agar masyarakat tetap tabah dan tenang menghadapi situasi bencana.
Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan serta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, tabah dan waspada. Ikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” pesan Kapolda kepada warga.
Tak hanya memberikan penguatan, Kapolda NTT bersama Wakapolda NTT turut menyalurkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat terdampak gempa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masih berada di lokasi pengungsian.
Kunjungan Kapolda NTT juga menjadi bentuk kepedulian jajaran Polda NTT terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana. Kehadiran langsung pimpinan kepolisian di tengah pengungsian menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya menyangkut bantuan, tetapi juga memastikan warga merasa didampingi dan tidak menghadapi situasi sulit seorang diri.
Kapolda NTT turut mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, saling membantu dan saling menguatkan selama berada di tempat pengungsian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, Koorspripim Polda NTT Kompol M. Ichwan Nugraha, pejabat teras Polres Ngada, Camat Riung Yohanes A Bake serta masyarakat terdampak gempa yang berada di lokasi pengungsian.
Kunjungan berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 Wita. Dari tengah pengungsian Riung, pesan yang dibawa Kapolda NTT jelas: di tengah bencana, warga tidak boleh merasa sendirian. Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga berdiri bersama masyarakat ketika mereka sedang menghadapi masa paling sulit.






