Suarantt.id, Kupang-Kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang menunjukkan tren positif. Berdasarkan evaluasi internal Satuan Pengawas Internal (SPI), tingkat kesehatan perusahaan pada Semester I Tahun 2026 berada dalam kategori sehat dengan nilai kinerja mencapai 2,90, meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 sebesar 2,88.
Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius Robert Seran, menjelaskan evaluasi dilakukan secara kelembagaan terhadap seluruh capaian setiap bagian dengan mengacu pada ketentuan dan parameter penilaian tingkat kesehatan perusahaan air minum.
Menurutnya, terdapat tiga kategori dalam penilaian tersebut. Perusahaan masuk kategori sakit apabila nilai kinerjanya berada di bawah 2,2, kategori kurang sehat pada rentang 2,2 hingga 2,8, sedangkan kategori sehat apabila nilai kinerja berada di atas 2,8.
“Untuk tahun 2025 berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang kami lakukan dan divalidasi oleh BPKP Perwakilan NTT, Perumda Air Minum Kota Kupang berada di kategori sehat dengan nilai kinerja 2,88,” jelas Marius.
Sementara untuk Semester I 2026, penilaian masih dilakukan secara mandiri oleh internal perusahaan. Validasi terhadap hasil penilaian tersebut nantinya akan dilakukan oleh BPKP pada akhir tahun.
Marius mengatakan, peningkatan nilai kinerja menjadi 2,90 tidak terlepas dari capaian pada sejumlah parameter yang menjadi dasar pengukuran tingkat kesehatan perusahaan.
Empat aspek utama yang dinilai meliputi aspek keuangan, pelayanan, operasional, serta sumber daya manusia (SDM).
Pada aspek keuangan, kondisi perusahaan menunjukkan perkembangan positif. Jika pada akhir 2025 Perumda Air Minum Kota Kupang masih mencatat kerugian sekitar Rp25 juta, maka dalam perjalanan 2026 perusahaan telah membukukan laba lebih dari Rp130 juta.
“Ketika kita meningkatkan kinerja keuangan, secara otomatis kemampuan operasional kita juga akan meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja kita,” ujar Marius.
Tidak hanya dari sisi keuangan, kemampuan arus kas perusahaan juga mengalami peningkatan. Pada 2025, arus kas bersih tercatat sekitar Rp788 juta, sedangkan hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar Rp1,058 miliar.
Menurut Marius, peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemampuan perusahaan dalam mendukung perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi pelanggan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Penambahan sambungan pelanggan yang sebelumnya berada pada kisaran ratusan sambungan per tahun, kini meningkat hingga lebih dari 1.000 sambungan.
Capaian tersebut dinilai menjadi perkembangan penting bagi perusahaan, mengingat selama ini penambahan pelanggan relatif terbatas dan sering kali bergantung pada dukungan pembangunan jaringan dari pemerintah.
Sementara dari sisi pelayanan, jam pelayanan air juga mengalami peningkatan. Jika pada 2025 rata-rata pelayanan berada di sekitar 11 jam, kini meningkat menjadi sekitar 16 jam.
Marius menilai peningkatan jam pelayanan tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam kualitas, produktivitas dan fasilitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian Semester I 2026 belum menjadi hasil akhir. Sejumlah parameter, khususnya aspek pelayanan dan operasional, masih akan mengalami perubahan karena penilaian baru mencakup setengah tahun.
“Kalau terlihat turun, itu kemungkinan besar di akhir tahun bisa meningkat. Ini baru diukur satu semester,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang dalam menerjemahkan kebijakan direktur ke dalam aktivitas operasional sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Ini semua adalah bagian dari upaya Perumda Air Minum Kota Kupang dalam rangka meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat,” pungkasnya.






