Kota Kupang Disiapkan Jadi Contoh Sukses Program Makan Bergizi Gratis di NTT

oleh -155 Dilihat
Gubernur NTT Buka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 26 Juni 2016. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mendorong Kota Kupang untuk menjadi contoh sukses dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat provinsi. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (26/6/2026).

Menurut Gubernur, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan program agar manfaatnya tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kota Kupang harus menjadi contoh. Wali Kota beserta jajaran agar terus mendukung peningkatan dampak dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program nasional strategis yang memiliki dampak luas karena menyentuh berbagai sektor sekaligus. Selain memberikan manfaat langsung bagi anak-anak, program ini juga menciptakan perputaran ekonomi harian, membuka lapangan kerja, serta melibatkan berbagai pihak dalam rantai pasok.

“Setiap hari terjadi perputaran ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ini program yang dampaknya bisa dirasakan setiap hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dengan jumlah sekitar 107 ribu penerima manfaat di Kota Kupang dan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp440 miliar, diperlukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran.

Gubernur mengajukan dua poin penting sebagai bahan evaluasi, yakni sejauh mana program ini mampu menjangkau masyarakat yang mengalami malnutrisi sehingga dapat menurunkan angka stunting secara signifikan, serta bagaimana kontribusi program tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.

“Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dipetakan agar manfaat Program MBG benar-benar maksimal, baik dari sisi gizi maupun dampak ekonomi,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wagub NTT Johni Asadoma Tinjau Pasar Lili, Dorong Pemanfaatan Gedung Baru

Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pemetaan penerima manfaat yang tepat serta optimalisasi penggunaan produk lokal NTT dalam rantai pasok.

“Kota Kupang harus menjadi promotor bagi kabupaten lain. Pelaksanaan MBG di sini harus menjadi contoh yang baik,” tambahnya.

Gubernur juga memperkenalkan konsep “MBG NTT Incorporated” sebagai identitas bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di NTT dalam menyukseskan program tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas lahirnya Program MBG yang dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Kita bukan hanya berbicara tentang makan, tetapi sedang berinvestasi untuk masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan manusia harus dilakukan secara menyeluruh sejak dalam kandungan hingga usia lanjut, dengan peran penting Posyandu dalam memastikan kecukupan gizi, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Saat ini, Pemerintah Kota Kupang telah memiliki 42 dapur SPPG dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp9 miliar. Selain itu, Satgas MBG juga telah dibentuk untuk melakukan pemantauan rutin setiap bulan, mencakup aspek sanitasi, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah.

Wali Kota berharap pelaksanaan program MBG semakin merata, terutama di Posyandu dan PAUD, sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Saya yakin, di setiap porsi Makan Bergizi Gratis bukan hanya tersaji makanan, tetapi juga tersaji mimpi dan masa depan anak bangsa,” tutupnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para camat, akademisi, serta mitra terkait lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.