Kota Kupang Tuan Rumah PESONAS II 2026, Christian Widodo Kerahkan Dukungan Lintas Sektor

oleh -104 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Pose Bersama Pengurus dan Panitian PESONAS II NTT 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang (

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang mengerahkan dukungan lintas sektor untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II NTT Tahun 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menginstruksikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan penyelenggaraan terpenuhi, mulai dari transportasi, layanan kesehatan, kebersihan hingga pengamanan.

Instruksi tersebut disampaikan Christian saat menerima audiensi Panitia PESONAS II NTT 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (13/10/2026). Pertemuan itu membahas kesiapan akhir Kota Kupang sebagai tuan rumah ajang nasional yang mempertemukan atlet disabilitas intelektual dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia PESONAS II NTT 2026, Reni Marlina Un, menyampaikan bahwa kontingen dari 34 provinsi mulai berdatangan di Kota Kupang. Selain itu, perwakilan Special Olympics International dari London dan Special Olympics Asia-Pacific dari Singapura turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Jumlah peserta diperkirakan melampaui 1.000 orang, belum termasuk ofisial dan pendamping. Besarnya jumlah peserta ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara panitia dan pemerintah daerah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar.

Panitia membutuhkan dukungan armada bus dan mobil HiAce untuk mobilisasi kontingen, tenaga medis dari puskesmas terdekat di tujuh cabang olahraga, petugas kebersihan di arena pertandingan, serta pengamanan lalu lintas dan lokasi kegiatan.

Merespons kebutuhan tersebut, Christian meminta panitia segera menyusun satu surat permohonan terpadu yang memuat seluruh kebutuhan teknis. Surat tersebut akan diteruskan kepada Sekretaris Daerah dan perangkat daerah terkait agar setiap kebutuhan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

“Saya minta panitia membuat satu surat terpadu yang memuat seluruh kebutuhan, mulai dari armada bus, mobilisasi HiAce, posko kesehatan di tujuh venue, hingga titik kebersihan dan lokasi baliho. Surat itu akan langsung saya disposisikan kepada Sekretaris Daerah dan dinas-dinas teknis terkait agar semuanya terkawal dengan baik dan tidak tercecer,” tegas Christian.

Menurutnya, keberhasilan Kota Kupang sebagai tuan rumah PESONAS II 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada para atlet.

Ia menegaskan bahwa setiap atlet harus mendapatkan pelayanan yang layak, merasa diterima, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bagi Christian, PESONAS menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk membatasi kesempatan seseorang dalam meraih prestasi.

Karena itu, dukungan pemerintah dan masyarakat harus diwujudkan melalui pelayanan nyata, termasuk penyediaan transportasi yang memadai, layanan kesehatan yang siap, serta lingkungan pertandingan yang aman dan ramah bagi atlet disabilitas intelektual.

Tujuh Cabang Olahraga Dipertandingkan

PESONAS II NTT 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni sepak bola, bulu tangkis, renang, atletik, senam ritmik, bocce, dan tenis meja.

Sejumlah arena yang digunakan untuk pertandingan meliputi GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.

Pembukaan PESONAS II NTT 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026), pukul 18.00 WITA, di Stadion Kota Kupang.

Acara pembukaan akan dimeriahkan dengan penerimaan kontingen, pawai obor bersama atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) dan Wali Kota Kupang, serta pertunjukan seni dan budaya.

Selain menjadi ajang kompetisi nasional, PESONAS II NTT 2026 juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet untuk mengikuti kompetisi internasional di Santiago, Cile, pada tahun mendatang.

Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak, Kota Kupang diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta sekaligus menunjukkan bahwa atlet disabilitas intelektual memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

BACA JUGA:  Kanwil Pemasyarakatan NTT Nyatakan Perang terhadap Handphone Ilegal, Pungli, dan Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.