Literasi Naik, Numerasi Masih Lemah: Potret Hasil TKA SD-SMP 2026 di Kota Kupang

oleh -178 Dilihat
Oktovianus Naitboho. (Foto Istimewa)

Suara.id, Kupang-Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 kembali menunjukkan bahwa tingkat literasi dan numerasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada pada kategori rendah secara nasional. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Kota Kupang yang langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, menyampaikan bahwa hasil TKA ini menjadi bahan refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kalau kita bercermin pada parameter nasional untuk mengukur literasi dan numerasi, hasil terakhir ini menjadi bahan refleksi bagi penyelenggaraan pendidikan di NTT, khususnya di Kota Kupang,” ujarnya kepada wartawan pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Dari sisi partisipasi, Kota Kupang mencatat capaian yang sangat tinggi, yakni hampir 100 persen siswa jenjang SD dan SMP mengikuti TKA. Namun, dari sisi hasil, posisi NTT secara nasional masih berada di peringkat bawah, yakni sekitar urutan ke-34 untuk matematika dan ke-36 untuk bahasa Indonesia.

Berdasarkan analisis Dinas Pendidikan Kota Kupang, untuk jenjang SD, nilai rata-rata matematika Kota Kupang mencapai 42,62, sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 43,41, namun masih lebih tinggi dari rata-rata provinsi NTT sebesar 36,01.

Sementara untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, Kota Kupang mencatat rata-rata 62,02, melampaui rata-rata nasional 60,14 dan jauh di atas rata-rata NTT 49,77.

Di jenjang SMP, kondisi serupa juga terjadi. Rata-rata matematika Kota Kupang berada di angka 38,11, masih di bawah rata-rata nasional 40,38, namun di atas rata-rata provinsi 36,17. Untuk bahasa Indonesia, Kota Kupang mencatat nilai 60,46, sedikit di bawah rata-rata nasional 60,83, tetapi lebih tinggi dari rata-rata provinsi 47,78.

“Hasil ini menunjukkan bahwa Kota Kupang memang berada di atas rata-rata provinsi, tetapi masih perlu kerja keras untuk mencapai bahkan melampaui rata-rata nasional,” jelas Okto.

Ia menambahkan, meskipun demikian, terdapat capaian positif di mana sejumlah siswa berhasil meraih nilai sempurna 100, baik di jenjang SD maupun SMP. Hal ini menunjukkan adanya potensi yang perlu terus dikembangkan.

Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan dua faktor utama penyebab rendahnya capaian numerasi dan literasi. Pertama, metode pembelajaran yang masih berfokus pada kemampuan dasar seperti menghafal (C1-C3), sementara soal asesmen nasional menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (C4-C6) seperti analisis dan evaluasi.

“Terjadi ketidaksinkronan antara proses pembelajaran di kelas dengan bentuk soal TKA,” ungkapnya.

Kedua, siswa belum terbiasa menghadapi soal dengan tingkat kompleksitas tinggi yang membutuhkan pemahaman mendalam.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan melakukan sejumlah intervensi, antara lain peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis analisis, serta perubahan sistem evaluasi di sekolah agar lebih menekankan pada soal-soal berpikir kritis.

Selain itu, siswa kelas akhir seperti kelas 6 SD dan kelas 9 SMP akan mendapatkan program latihan intensif (drill) sejak awal tahun ajaran baru. Dinas juga akan menggelar rapat bersama seluruh kepala sekolah untuk menandatangani komitmen peningkatan capaian akademik.

“Setiap sekolah akan diminta meningkatkan capaian minimal satu digit dari tahun sebelumnya. Ini akan menjadi indikator kinerja kepala sekolah,” tegas Okto.

Pengawas sekolah juga akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, serta pelaksanaan try out guna mengukur perkembangan siswa.

Okto optimistis, dengan intervensi yang konsisten dan berkelanjutan, capaian literasi dan numerasi siswa di Kota Kupang akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun mendatang.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Siapkan Generasi Melek Teknologi: Guru SD-SMP Dibekali Coding dan AI Sambut Kurikulum Baru 2025

“Kalau strategi ini dijalankan secara serius dan berkelanjutan, kami yakin hasil tahun depan akan lebih baik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.