Buka Rakor Pendidikan Dasar 2026, Wali Kota Kupang Soroti Disiplin ASN dan Validitas Dapodik

oleh -1266 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Para Pengawas, Kepsek SD dan SMP se-Kota Kupang pada Senin, 19 Januari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka dan menghadiri Rapat Koordinasi serta Sinkronisasi Program Kerja Bidang Pendidikan Dasar bersama pengawas sekolah serta kepala sekolah jenjang SD dan SMP/MTs se-Kota Kupang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sahid T-More Kupang, Senin (19/01/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Jhoni Rihi, para pengawas sekolah, kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta, serta jajaran terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

Dirinya mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik untuk membangun kedisiplinan mulai dari hal-hal kecil, seperti kerapian berpakaian dan kepatuhan terhadap atribut kedinasan.

“Hal-hal kecil seperti kerapian berpakaian dan disiplin atribut mungkin terlihat sepele, tetapi justru itulah yang membentuk karakter disiplin dalam hal-hal besar. Ini yang saya sebut sebagai atomic habits,” tegas Wali Kota.

Ia secara khusus meminta para kepala sekolah untuk menertibkan penampilan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Menurutnya, penampilan merupakan cerminan profesionalisme dan kredibilitas pelayanan publik di bidang pendidikan.

Selain disiplin, Wali Kota juga menyoroti pentingnya keakuratan data pendidikan, khususnya dalam pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dia menegaskan bahwa data yang tidak sesuai dengan kondisi riil akan berdampak pada ketidaktepatan perencanaan program dan alokasi anggaran pendidikan.

“Data harus diisi sesuai kondisi riil. Jangan dimanipulasi. Kalau data salah, maka anggaran dan bantuannya juga tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Terkait pengelolaan anggaran pendidikan, Wali Kota menekankan agar perencanaan dan penggunaan dana, termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dilakukan berdasarkan kebutuhan riil sekolah atau bersifat bottom-up.

BACA JUGA:  Semangat Syuradikara Hidup di Kota Kupang, Ribuan Alumni Bersatu untuk Bangun NTT

Ia juga meminta agar laporan Dana BOS disusun dan diverifikasi setiap bulan untuk mencegah penumpukan administrasi serta meminimalisasi potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam arahannya, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk fokus pada tujuan utama peningkatan mutu layanan pendidikan, tanpa terlalu banyak rencana cadangan yang justru dapat mengurangi konsentrasi dan keseriusan dalam pelaksanaan program.

“Saya mau kita fokus. Kalau sudah menetapkan rencana, kerahkan semua daya dan upaya ke sana. Pemimpin yang baik tidak bermain saling menyalahkan, tetapi bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan dalam mencegah segala bentuk kekerasan di sekolah, baik fisik, verbal, maupun seksual, serta memastikan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Selain itu, Wali Kota Kupang mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi agar tetap relevan dan berkualitas.

“Dunia sudah berubah. Kita tidak bisa meminta angin berhenti, tetapi kita bisa mengubah arah layar. Pendidikan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Pendidikan Dasar Tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Nitboho, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, serta menyinkronkan program kerja pendidikan dasar tahun anggaran 2026.

Ia juga mengungkapkan capaian positif Kota Kupang dalam hasil Asesmen Nasional, khususnya pada jenjang SMP yang berhasil menempati peringkat atas di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:  Empat Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces Manggarai Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp2,35 Miliar

Rapat koordinasi ini diikuti oleh 255 peserta yang terdiri dari para pengawas sekolah serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang, dan dilaksanakan selama dua hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.