Melki Laka Lena Tantang Lulusan UT Kupang Jadi Motor Transformasi Digital dan Pembangunan NTT

oleh -61 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Hadiri Acara Wisuda Universitas Terbuka Kupang 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menantang para lulusan Universitas Terbuka (UT) Kupang untuk menjadi motor transformasi digital, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

Melki menegaskan, para lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya berbangga dengan gelar akademik yang diraih, tetapi harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Upacara Wisuda Universitas Terbuka Kupang Program Magister, Sarjana, dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Hotel Harper Kupang pada Selasa (20/10/2026).

Dalam sambutannya, Melki menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk berkontribusi bagi daerah dan masyarakat.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya mengucapkan selamat memasuki lapangan studi tanpa akhir bernama realitas bagi para wisudawan dan wisudawati yang hari ini lulus dari Universitas Terbuka. Mari bersinergi membangun Nusa Tenggara Timur,” ujar Melki.

Menurutnya, wisuda Universitas Terbuka bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga momentum lahirnya sumber daya manusia berkualitas yang diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi NTT.

Ia menilai, Universitas Terbuka memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh berbasis teknologi. Model pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Lulusan UT Harus Jadi Penggerak NTT Digital

Melki menegaskan, para lulusan Universitas Terbuka memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital yang menjadi bagian dari Dasa Cita Ayo Bangun NTT, khususnya Dasa Cita ke-9 dan ke-10 yang menitikberatkan pada transformasi NTT Digital dan penguatan kolaborasi.

BACA JUGA:  Agroeduwisata GMIT Tarus Jadi Contoh, Wapres Gibran Dukung Pertanian Berbasis Teknologi

Ia berharap para lulusan tidak hanya menguasai ilmu sesuai bidang masing-masing, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Melki, transformasi digital tidak boleh berhenti pada penggunaan perangkat teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus mampu menghadirkan solusi konkret yang mempermudah kehidupan masyarakat, memperluas konektivitas, dan mempercepat pembangunan hingga ke wilayah terpencil.

Karena itu, para alumni UT diharapkan mampu mengambil bagian dalam menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, maupun sektor produktif lainnya.

Perempuan dan Anak Muda Didorong Menggerakkan Ekonomi Lokal

Selain transformasi digital, Melki juga menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebutkan, semangat tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-2 yang mendorong perempuan menjadi motor kreativitas lokal serta Dasa Cita ke-3 yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi NTT.

Dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal, menciptakan inovasi usaha mikro, memperkuat kewirausahaan, serta mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata NTT.

Melki menilai, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat terdidik yang mampu mengubah potensi daerah menjadi peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ia juga mendorong para sarjana untuk berkontribusi dalam modernisasi sektor pertanian, kelautan, dan pasar lokal yang menjadi tumpuan kehidupan sebagian besar masyarakat NTT.

Inovasi dalam pengolahan hasil pertanian dan perikanan, perbaikan rantai pasok, perluasan akses pasar, serta pengelolaan usaha yang lebih efisien dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

BACA JUGA:  Pemprov NTT dan Pelaku Usaha Satukan Persepsi Perpajakan untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Di sektor kesehatan, para alumni juga diharapkan mendukung edukasi kesehatan masyarakat, pelayanan posyandu, kesehatan ibu dan anak, serta upaya percepatan penurunan stunting.

Pendidikan Harus Berdampak pada Pelayanan Publik

Melki turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, peningkatan kualifikasi pendidikan aparatur sipil negara (ASN) harus diikuti dengan peningkatan kompetensi, profesionalisme, integritas, dan produktivitas kerja.

Ia menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan gelar, tetapi harus tercermin dalam kualitas pengambilan keputusan, efektivitas birokrasi, serta pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-8 tentang penguatan tata kelola pemerintahan. Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan rumah layak huni juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

Gubernur berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar pembangunan NTT menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Ia pun mengajak para lulusan Universitas Terbuka untuk menjadi bagian aktif dari gerakan Ayo Bangun NTT dengan mengedepankan semangat pengabdian, inovasi, dan kerja sama.

556 Wisudawan UT Kupang Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Sementara itu, Ketua Senat Akademik Universitas Terbuka, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., menyampaikan bahwa wisuda daerah UT Kupang Periode II Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi 556 wisudawan dan wisudawati dari jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister.

Para lulusan tersebut berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT. Menurut Chanif, capaian ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses masyarakat tanpa dibatasi ruang, waktu, usia, maupun kondisi geografis.

Ia menjelaskan, Universitas Terbuka hadir dengan semangat Making Higher Education Open to All, yakni membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Apresiasi IDI Gelar Pelatihan CPR “Everybody Can Do CPR”

Di NTT, UT Kupang juga menunjukkan perkembangan positif. Sejak Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil hingga 2026/2027 Ganjil, UT Kupang telah menerima 84 mahasiswa internasional berkewarganegaraan Timor-Leste.

Chanif menambahkan, wisuda kali ini mengangkat tema “Penguatan Karakter dan Literasi Digital Generasi Emas Flobamorata: Tantangan dan Strategi Menghadapi Radikalisme di Ruang Siber”.

Menurutnya, penguatan karakter dan literasi digital menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi membawa konten negatif, termasuk paham radikalisme yang bertentangan dengan nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, ia mengajak para lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter. Di era digital yang dibanjiri informasi dan gangguan digital, integritas adalah kompas yang akan menuntun Saudara,” pesan Chanif.

Ia berharap para lulusan terus belajar sepanjang hayat, meningkatkan daya saing, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi bagi masyarakat.

“Kembalilah ke kampung halaman Saudara dengan semangat Ayo Bangun NTT! Jadilah lulusan yang membawa perubahan dan memberikan kontribusi nyata, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemajuan daerah dan bangsa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Dengan bekal pendidikan, literasi digital, dan semangat pengabdian, para lulusan Universitas Terbuka diharapkan mampu menjadi motor transformasi digital sekaligus mitra pembangunan pemerintah dalam mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.