Menko PMK Dorong Langkah Cepat dan Kolaborasi Lintas Sektor Hentikan Rabies di NTT

oleh -1379 Dilihat
Kegiatan Kemenko PMK di Arena CFD El Tari Kupang pada Sabtu, 18 Oktober 2025. (Foto Humas Kemenko PMK)

Suarantt,id, Kupang-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya langkah cepat, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menghentikan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengaktifan Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) yang digelar secara daring dan luring di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Peringatan Hari Rabies Sedunia Tahun 2025 yang mengusung tema “Bertindak Sekarang: Anda, Saya, Komunitas (Act Now: You, Me, Community)”.

Dalam sambutannya, Pratikno mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir NTT mengalami peningkatan signifikan kasus gigitan hewan penular rabies yang telah menelan ratusan korban jiwa. Lebih dari 80 persen penularan disebabkan oleh gigitan anjing yang dilepasliarkan tanpa vaksinasi rutin.

“Ini bukan sekadar angka di laporan, ini adalah cerita kehilangan para keluarga, masa depan bagi anak-anak kita. Kita tak bisa menunggu lagi. Kita harus segera bertindak, bergerak sekarang,” tegasnya secara daring.

Menurut Pratikno, rabies kini telah menjadi ancaman nasional dengan lebih dari 180.000 kasus gigitan dan 120 kematian hingga tahun 2024, di mana sepertiga di antaranya terjadi di NTT. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah melalui Kemenko PMK mengaktifkan kembali Sistem Informasi SIZE, yang dirancang sebagai sarana koordinasi lintas sektor antara kesehatan manusia dan kesehatan hewan.

“Dinas kesehatan punya data korban gigitan, dinas peternakan punya data anjing yang diduga rabies, tapi keduanya sering tidak terhubung. SIZE hadir untuk menjembatani itu agar respons kita lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Melalui aplikasi SIZE, setiap laporan gigitan dapat langsung diinput oleh tenaga kesehatan, dan secara otomatis sistem akan mengirim notifikasi kepada petugas kesehatan hewan di lokasi terdekat untuk segera melakukan penelusuran.

“Dengan membuka dasbor SIZE, kita bisa melihat kasus gigitan secara real time. Inilah kekuatan SIZE kecepatan dan kolaborasi,” tambahnya.

Selain menyoroti penanganan rabies, Pratikno juga mengingatkan bahwa NTT merupakan salah satu provinsi dengan beban kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia Timur. Ia menekankan pentingnya digitalisasi sistem kesehatan untuk mempercepat deteksi dini dan memastikan pengobatan tuntas.

“Mari kita perkuat kampanye Gerakan TOSS TBC: Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh. Lakukan dengan aksi nyata, tanpa stigma dan diskriminasi,” imbaunya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono, Staf Ahli Bidang Perekonomian Pemprov NTT Linus Lusi, Kepala Dinas Peternakan NTT Yohanes Oktavianus, Kepala Dinas Kesehatan NTT Iien Andriany, serta perwakilan dari FAO, Palang Merah Internasional, dan para tenaga kesehatan manusia maupun hewan se-NTT.

Linus Lusi, yang hadir mewakili Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenko PMK tersebut.

“NTT menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melakukan aktifasi serentak aplikasi SIZE. Ini bukti komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Ia berharap penerapan sistem SIZE dapat membantu pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan berbasis data untuk menekan penyebaran rabies dan penyakit zoonosis lainnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, akan digelar pula Car Free Day Hari Rabies Sedunia 2025 di Jalan El Tari, Kota Kupang, yang diisi dengan pemeriksaan kesehatan hewan dan manusia, serta kampanye publik tentang bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi.

“Masyarakat NTT dikenal tangguh dan penuh solidaritas. Dengan gotong royong, kita bisa hentikan rabies dan wujudkan NTT yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutup Pratikno. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.