Menuju Kota Bersih: Pemkot Kupang Perkuat Sistem Sampah dari Hulu ke Hilir

oleh -156 Dilihat
Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Upaya mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan tertata terus diperkuat oleh pemerintah daerah. Tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, Pemerintah Kota Kupang kini mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang menyentuh seluruh tahapan, dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt, menegaskan bahwa perubahan wajah kebersihan kota mulai terlihat sejak lebih dari satu tahun kepemimpinan Wali Kota, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota, Serena Francis saat ini. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kalau kita lihat bersama masyarakat, sudah ada perubahan. Tetapi kami tidak berhenti di situ. Evaluasi terus dilakukan, baik dari proses awal sampai pengangkutan,” ujarnya kepada media ini pada Selasa, 12 Mei 2026.

Salah satu fokus utama adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Langkah ini dinilai penting agar proses pengelolaan di tahap berikutnya menjadi lebih mudah dan efektif.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur pendukung. Rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) serta penambahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) terus dimatangkan. Saat ini, beberapa TPS telah dibangun, sementara lokasi lain masih dalam tahap pencarian lahan yang memadai.

Untuk menekan praktik pembuangan sampah liar, Pemkot Kupang juga mengatur waktu pembuangan sampah. Masyarakat diimbau membuang sampah pada pukul 18.00 hingga 06.00 WITA di lokasi resmi yang telah disediakan.

“Kami minta masyarakat buang sampah di tempat resmi dan sesuai waktu yang ditentukan, supaya tidak ada lagi titik-titik pembuangan liar,” tegasnya.

Dalam mendukung kelancaran pengangkutan, armada kebersihan turut diperkuat. Pemerintah menambah sekitar 20 hingga 22 unit kendaraan roda tiga dan roda empat untuk mempercepat proses pengangkutan di berbagai wilayah.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Sebut Petrus Turang Sosok Pemimpin yang Penuh Dedikasi bagi Umat Katolik dan Masyarakat NTT

Sistem pengangkutan pun kini diatur berdasarkan jadwal dan rute yang jelas. Sampah yang dibuang masyarakat pada malam hingga dini hari akan segera diangkut pada pagi hari di titik-titik yang telah ditentukan.

Meski masih ditemukan pelanggaran, seperti pembuangan sampah di luar waktu yang ditetapkan, jumlahnya disebut semakin berkurang. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Ke depan, Pemkot Kupang juga berencana memanfaatkan teknologi dengan memasang GPS pada armada pengangkut sampah. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan pergerakan armada sekaligus meningkatkan efektivitas layanan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Kupang optimistis sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir dapat terwujud, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.