Menuju Smart Hospital, RSUD Johannes Kupang Andalkan Skema Hibah dan Pinjaman Luar Negeri

oleh -138 Dilihat
Komisi V DPRD NTT RDP dengan RSUD Johanes Kupang pada Rabu, 8 Juli 2028. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang- RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang terus mendorong transformasi layanan kesehatan menuju konsep smart hospital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui skema pendanaan hibah dan pinjaman luar negeri, termasuk dukungan dari Pemerintah Belanda.

Direktur RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, dr. Stefanus Dhe Soka, mengungkapkan bahwa hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan rumah sakit baru mencapai sekitar 27 persen atau sebesar Rp37 miliar dari target Rp260 miliar.

“Capaian ini tentu membutuhkan kerja keras dan strategi yang lebih maksimal agar target yang telah disepakati bersama bisa tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur anggaran rumah sakit yang sebagian besar bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menuntut adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Hal ini penting agar tidak terjadi sisa utang di akhir tahun anggaran.

“Kita harus mampu menjaga keseimbangan antara pemasukan dan belanja, sehingga pengelolaan keuangan tetap sehat dan terkendali,” jelasnya.

Di sisi lain, RSUD Johannes juga tengah merancang pengembangan infrastruktur menuju smart hospital. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan layanan medis, tetapi juga aspek keamanan pasien (patient safety) dan keamanan lingkungan (security).

Menurut dr. Stefanus, kebutuhan anggaran untuk mewujudkan smart hospital diperkirakan mencapai Rp700 miliar berdasarkan kajian konsultan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya tengah mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk donor luar negeri.

“Kami mendapatkan informasi bahwa sekitar 30 persen dari total kebutuhan dana berpotensi diberikan dalam bentuk hibah, sementara 70 persen lainnya melalui pinjaman lunak dengan tenor 20 hingga 30 tahun,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, manajemen RSUD juga menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan melalui penyusunan mekanisme pelaporan yang jelas serta peningkatan pemahaman bagi seluruh tenaga medis dan non-medis.

BACA JUGA:  Penuh Nuansa Budaya, Wali Kota Kupang Hadiri Ibadah Syukur Ma’Somba Tedong dan Ma’Pabendan Bate di Gereja Toraja Jemaat Kupang

“Kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan mengetahui alur pelaporan jika terjadi sesuatu, sehingga manajemen bisa merespons dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mewujudkan rumah sakit modern berbasis teknologi di Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.