Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengakui bahwa kualitas pendidikan di daerahnya masih belum sesuai harapan meskipun anggaran yang dialokasikan tergolong besar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memberikan arahan dalam kegiatan Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT yang berlangsung di Aula El Tari Kupang pada Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar Rp2,4 triliun dari total APBD Rp5,5 triliun atau setara 45 persen. Namun, besarnya anggaran tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
“Anggaran pendidikan kita besar, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Karena itu fokus berikutnya bukan hanya pada anggaran, tetapi bagaimana kualitas guru dan budaya belajar masyarakat bisa diperkuat,” ujar Melki.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi faktor kunci dalam mendorong perbaikan mutu pendidikan di NTT. Para pendidik diharapkan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu mentransfer ilmu secara efektif kepada para siswa.
Selain itu, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya belajar. Untuk itu, Pemprov NTT telah meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat.
Program tersebut mendorong setiap keluarga untuk menciptakan suasana belajar di rumah setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Dalam rentang waktu tersebut, anak-anak diajak untuk membaca, berhitung, belajar kelompok, maupun berdiskusi bersama keluarga.
“Kita ingin ada waktu tenang untuk belajar di rumah. Minimal kita mulai membangun kembali kebiasaan belajar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap kualitas pendidikan di daerah ini dapat meningkat secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda.***






