MUI NTT dan Pemprov Perkuat Kolaborasi, Lahan Pertanian Didorong Jadi Sumber Lapangan Kerja

oleh -35 Dilihat
Dinas Nakertrans NTT Beraudiensi dengan Pengurus MUI NTT pada Kamis, 24 September 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi NTT untuk mengoptimalkan berbagai potensi daerah, khususnya sektor pertanian, sebagai sumber lapangan kerja bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum MUI NTT, H. Muhammad S. Wongso, saat menerima kunjungan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTT, Yosef Rasi, bersama rombongan di Kantor MUI NTT pada Kamis (24/9/2026).

Muhammad Wongso mengatakan, MUI bersama organisasi keagamaan lainnya seperti Keuskupan, Sinode GMIT, PHDI, serta organisasi kemasyarakatan lainnya memiliki sumber daya manusia yang dapat dilibatkan untuk mendukung program-program Pemerintah Provinsi NTT.

Menurutnya, kekuatan organisasi kemasyarakatan bukan hanya terletak pada sumber dana, tetapi juga pada sumber daya manusia dan jaringan masyarakat yang dimiliki.

“Kami di ormas tidak mempunyai sumber dana, yang ada adalah sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan aset yang selama ini belum dikelola secara produktif, termasuk lahan yang berada di lingkungan masjid maupun tanah wakaf yang dihibahkan untuk kepentingan umat.

Menurut Wongso, lahan tersebut dapat dikelola melalui kerja sama dengan pemerintah untuk kegiatan produktif, terutama di bidang pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tanah di masjid yang tidak dikelola bisa berkolaborasi dengan pemerintah dan ini bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Selain pemanfaatan lahan, Wongso juga meminta perhatian terhadap pemberdayaan para marbot masjid. Menurutnya, mereka perlu mendapat perhatian dan dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif sehingga keberadaan mereka tidak hanya sebatas menjalankan tugas pelayanan di masjid.

Ia berharap pengelolaan lahan wakaf dan aset keagamaan secara produktif dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan di daerah.

BACA JUGA:  Perumda Pasar Kota Kupang Kini Punya Direktur Baru

Dorong Kerja di Luar Daerah Tetap Prosedural

Muhammad Wongso juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait peluang kerja di luar daerah maupun luar negeri.

Menurutnya, bekerja di luar daerah maupun luar negeri merupakan pilihan masyarakat. Namun, keberangkatan harus dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur agar para pekerja memperoleh perlindungan.

“Boleh bekerja di luar daerah atau luar negeri, tetapi harus prosedural,” tegasnya.

Ia meminta kegiatan sosialisasi terkait ketenagakerjaan dilakukan lebih masif hingga ke masyarakat di tingkat bawah. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mengetahui peluang kerja sekaligus memahami prosedur dan perlindungan yang harus dipenuhi sebelum bekerja di luar daerah maupun luar negeri.

Di sisi lain, Wongso menilai pemerintah perlu terus mendorong pembukaan lapangan kerja di dalam daerah dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki NTT.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu potensi besar yang apabila dikelola secara baik dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

“Lahan pertanian sangat menjanjikan, tinggal dikelola dengan baik,” ujarnya.

Pemprov NTT Siapkan Kolaborasi Pertanian

Sementara itu, Kepala Dinas Nakertrans NTT, Yosef Rasi, mengatakan pihaknya ingin membangun kolaborasi dengan MUI NTT agar berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih baik dan menyentuh langsung masyarakat.

Kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga dapat dikembangkan pada sektor pemberdayaan ekonomi dan pertanian.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah program pembibitan kelapa di Kabupaten Manggarai yang akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian.

“Tahun depan 500 pembibitan kelapa di Manggarai bekerja sama dengan Dinas Pertanian,” kata Yosef.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat di NTT.

BACA JUGA:  PT Flobamor Resmi Berbenah, RUPS-LB Putuskan Transformasi Jadi Perseroda

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki daerah.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk mencari pekerjaan ke luar daerah atau luar negeri, tetapi juga memiliki pilihan untuk mengembangkan potensi ekonomi di daerah sendiri.

Wongso menegaskan bahwa NTT memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan apabila dikelola secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“NTT jangan orang anggap kita miskin terus,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum MUI NTT H. Husen Anwar, Abas Kasim, Gasim M. Noor, Arief Panara, Ghulam Mansyur, NurAini HS Wahid, Abdul Djawas Aziz dari DMI Provinsi NTT, serta H. Indra Harun dari DMI Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.