Suarantt.id, Kupang-Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosef Rasi, bersama rombongan melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja, penempatan tenaga kerja secara prosedural, serta pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan aset dan lahan milik wilayah pelayanan Sinode GMIT.
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja lintas agama yang menjalankan tugas sebagai koster di lingkungan jemaat GMIT.
Pemerintah Provinsi NTT mendorong agar para pekerja tersebut mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
Selain perlindungan tenaga kerja, Nakertrans NTT juga meminta agar proses penempatan tenaga kerja dilakukan melalui jalur yang legal dan prosedural, baik untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tenaga kerja NTT memperoleh kepastian hukum, perlindungan serta hak-hak ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam pertemuan itu juga dibahas peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, khususnya pengembangan tanaman kelapa genjah pada aset atau lahan yang berada di wilayah Sinode GMIT.
Pengembangan tanaman kelapa tersebut diarahkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, termasuk peluang pemanfaatannya sebagai bahan baku berbagai produk olahan, salah satunya susu kelapa.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Sinode GMIT dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan lahan yang tersedia.
Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie, menyambut baik berbagai program yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTT. Sinode GMIT menyatakan kesiapan untuk mendukung dan berkolaborasi dalam program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi masyarakat di NTT.





