NTT Borong Empat Penghargaan TP2DD dan TPID, BI NTT Perkuat Transformasi Digital dan Kendali Inflasi

oleh -67 Dilihat
BI Gelar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 serta Rakornas TP2DD dan TPID pada tanggal 24 September 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dengan memborong empat penghargaan dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 serta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TP2DD dan TPID, yang digelar pada 24 September 2026.

Empat penghargaan tersebut menjadi bukti penguatan sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (BI NTT), pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dalam kategori Wilayah Nusampua, Provinsi NTT berhasil meraih Terbaik I TP2DD Tingkat Provinsi dan Terbaik II TPID Tingkat Provinsi.

Sementara itu, Kota Kupang kembali meraih Terbaik I TP2DD Tingkat Kota, sedangkan Kabupaten Sumba Barat berhasil meraih Terbaik I TPID Tingkat Kabupaten.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah daerah bersama BI NTT dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi.

Keberhasilan NTT mempertahankan predikat TP2DD Terbaik I Tingkat Provinsi mencerminkan berbagai upaya dalam memperluas digitalisasi layanan publik dan transaksi pemerintah daerah.

Sejumlah inovasi terus dikembangkan, termasuk perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta penguatan ekosistem digital melalui aplikasi PRO NTT yang turut mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di tingkat kota, Kota Kupang juga kembali mempertahankan predikat TP2DD Terbaik I. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai langkah digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah serta penguatan transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah.

Sinergi antara Pemerintah Kota Kupang, BI NTT, industri perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Resmikan Sumur Bor di Jemaat GMIT Imanuel Oepura

Di sisi lain, BI NTT bersama pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hasilnya, Provinsi NTT berhasil meraih Terbaik II TPID Tingkat Provinsi, sementara Kabupaten Sumba Barat meraih Terbaik I TPID Tingkat Kabupaten.

Penghargaan tersebut mencerminkan berbagai upaya bersama dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat terkait perkembangan harga dan kondisi pangan.

Tidak hanya berfokus pada digitalisasi dan pengendalian inflasi, BI NTT juga mendorong pengembangan talenta digital di daerah.

Dalam program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026, Tim SPAY Kupang yang terdiri dari mahasiswa asal Kota Kupang berhasil masuk Top 10 dan meraih Honorable Mention Kategori Mahasiswa dari total 2.095 proposal inovasi kategori mahasiswa dan profesional.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa talenta digital NTT memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di NTT.

Menurutnya, BI NTT akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, industri jasa keuangan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha untuk mendorong percepatan digitalisasi daerah, menjaga stabilitas inflasi, serta mengembangkan talenta digital.

“Ke depan, kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi NTT yang berkelanjutan,” demikian disampaikan BI NTT.

Empat penghargaan TP2DD dan TPID tersebut sekaligus memperkuat posisi NTT dalam mendorong tata kelola pemerintahan berbasis digital dan pengendalian inflasi melalui kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA:  BI NTT dan GMIT Jalin Kerja Sama untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.