NTT-Timor-Leste Bersatu Lawan Stunting, Gubernur Melki Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

oleh -191 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan Timor Leste dalam Penanganan Stunting dan Pendidikan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan kerja sama dengan Timor-Leste dalam berbagai bidang strategis, terutama pendidikan, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta percepatan penanganan stunting.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menerima audiensi rombongan mahasiswa pascasarjana Universidade da Paz (UNPAZ) Timor-Leste di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Kamis (3/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan studi banding mahasiswa pascasarjana UNPAZ yang tahun ini mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Gizi. Kegiatan tersebut difokuskan untuk menggali berbagai pembelajaran dan praktik baik di NTT yang dapat menjadi masukan dalam upaya mempercepat penanganan stunting.

Rombongan UNPAZ dipimpin Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral, Dr. Martinus Nahak Lino, bersama pimpinan program studi, dosen, doktor, serta mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat. Rombongan turut didampingi Guru Besar Ilmu Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat, Prof. Dr. Intje Picauly.

Gubernur Melki menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, NTT dan Timor-Leste memiliki banyak kesamaan serta ruang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk saling belajar dan mendorong kemajuan bersama.

“Kita pasti ke depan akan berurusan dan bekerja sama di berbagai bidang,” ujar Gubernur Melki.

Stunting Bukan Hanya Persoalan Kesehatan

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

Menurutnya, stunting merupakan persoalan multidimensi yang berkaitan erat dengan kondisi sanitasi, lingkungan, kelayakan rumah tinggal, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga pengetahuan orang tua mengenai gizi dan pola pengasuhan anak.

“Karena itu, kita harus bekerja sama dengan semua pihak,” tegasnya.

Gubernur mengatakan, berbagai kabupaten di NTT telah mengembangkan inovasi penanganan stunting sesuai karakteristik wilayah dan masyarakat masing-masing.

BACA JUGA:  Dari Nagekeo ke Manggarai, Langkah Gubernur Melki Tak Terhenti: Menyapa Warga di Tengah Luka Gempa Flores

Karena itu, pertukaran pengalaman antara NTT dan Timor-Leste dinilai penting untuk menemukan pendekatan yang tepat dan dapat diterapkan sesuai kondisi masyarakat lokal.

Melki juga menekankan pentingnya penggunaan data by name by address dalam penanganan stunting. Dengan pendekatan tersebut, intervensi diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran kepada anak dan keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dorong Pertukaran Mahasiswa

Selain penanganan stunting dan ketahanan pangan, Gubernur Melki menyambut baik rencana pengembangan kerja sama pendidikan, termasuk pertukaran mahasiswa antara lembaga pendidikan di NTT dan Timor-Leste.

Salah satu rencana yang dibahas adalah pertukaran mahasiswa dengan Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya pada Program Studi Gizi.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dari kedua negara untuk saling mempelajari praktik baik dalam pengembangan pangan lokal, gizi masyarakat, serta penanganan masalah kesehatan.

“Saya akan bantu untuk memastikan semua kesepakatan dapat dilaksanakan dengan baik,” tegas Melki.

UNPAZ Ingin Belajar dari NTT

Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral UNPAZ, Dr. Martinus Nahak Lino, mengatakan kunjungan ke NTT dilakukan selain untuk mempererat silaturahmi, juga untuk mempelajari berbagai praktik baik terkait ketahanan pangan, gizi, dan penanganan stunting.

Menurut Martinus, hubungan NTT dan Timor-Leste memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Karena itu, kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat terus diperluas.

“Kita punya ikatan persaudaraan yang tinggi. Kita ingin maju bersama meskipun berbeda negara,” katanya.

Sebelum bertemu Gubernur NTT, rombongan UNPAZ telah mengunjungi sejumlah instansi dan lembaga, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, fasilitas kesehatan, serta Universitas Nusa Cendana (Undana).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari pengembangan pangan lokal, pemanfaatan lahan kering, hingga berbagai pendekatan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat.

BACA JUGA:  PSI NTT Bidik Tambahan Kursi, Christian Widodo Sebut Jokowi Bawa Energi Positif

Kerja sama UNPAZ dan Undana sendiri telah berlangsung sejak 2004 dan difasilitasi oleh PERGIZI PANGAN NTT yang diketuai Prof. Dr. Intje Picauly.

Menurut Prof. Intje, salah satu bentuk kerja sama yang rutin dilakukan adalah kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana. Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki tahun kedua dengan fokus pada tema ketahanan pangan dan gizi.

Studi tersebut diarahkan untuk menemukan solusi percepatan penanganan stunting melalui pengembangan pangan lokal, pengelolaan lahan kering, peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga, pengolahan pangan, hingga pengembangan UMKM.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTT dan UNPAZ tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol persahabatan serta komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antara NTT dan Timor-Leste.

Kerja sama lintas sektor yang didorong tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kedua wilayah, tetapi juga menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan, gizi, pendidikan, dan ketahanan pangan masyarakat di NTT maupun Timor-Leste.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.