Suarantt.id, Kupang-Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku kecewa berat usai mengikuti kegiatan AMPI Night Run 2026 di
depan Gedung DPD I Golkar NTT pada Sabtu, 30 Mei 2026. Mereka menilai panitia kurang transparan dan tidak memberikan informasi yang jelas sejak awal, sehingga banyak pedagang mengalami kerugian.
Salah satu perwakilan UMKM mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Namun di sisi lain, para pedagang kecil merasa tidak didengarkan setelah mengalami kerugian.
“Seharusnya dari awal panitia menyampaikan bahwa mereka juga menyediakan makanan dan minuman. Kalau kami tahu, kami bisa mengatur stok. Sekarang kami sudah keluarkan modal, tapi tidak kembali,” ungkapnya.
Para pelaku UMKM menyebutkan bahwa hampir seluruh dagangan mereka tidak terjual. Kondisi ini diperparah dengan sifat produk yang tidak bisa disimpan lama, seperti makanan siap saji dan minuman, sehingga tidak dapat dijual kembali keesokan harinya.
“Kami bukan pedagang besar. Modal kami pas-pasan. Bahkan ada teman-teman yang tidak kembali uang pendaftaran, apalagi modal jualan,” lanjutnya.
Selain itu, para pedagang juga menyoroti sikap panitia yang dinilai tidak responsif. Hingga kegiatan berakhir, mereka mengaku tidak mendapatkan penjelasan maupun tanggapan di dalam grup komunikasi yang digunakan bersama panitia.
“Kami hanya ingin didengar. Tapi sampai sekarang tidak ada satu pun panitia yang memberikan klarifikasi atau membuka ruang diskusi,” keluhnya.
Meski demikian, para pelaku UMKM mengakui bahwa acara tersebut berjalan meriah dan para peserta terlihat menikmati kegiatan. Namun, di balik kesuksesan acara, terdapat kisah pahit yang dirasakan oleh para pedagang kecil.
“Peserta memang terlihat happy, tapi kami UMKM justru menangis,” tutupnya.
Para pelaku UMKM berharap ke depan panitia kegiatan serupa dapat lebih terbuka, komunikatif, dan memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang kecil yang turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. ***






