Pemkot Kupang dan IPSI Cari Solusi, Pembinaan Atlet Pencak Silat Tetap Jadi Prioritas

oleh -42 Dilihat
Wawali Kupang Serena Francis Beraudiensi dengan Pengurus IPSI Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang mencari solusi agar pembinaan atlet pencak silat tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Salah satu langkah yang dibahas adalah mengevaluasi rencana pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus IPSI Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, di ruang kerja Wakil Wali Kota pada Senin (26/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Serena mendorong IPSI untuk mengkaji kembali konsep kejuaraan, mulai dari kebutuhan anggaran, durasi kegiatan, lokasi pelaksanaan, hingga jumlah kategori yang dipertandingkan. Evaluasi ini dinilai penting agar kegiatan tetap dapat diupayakan sesuai kemampuan pendanaan tanpa mengabaikan tujuan utama pembinaan atlet muda.

“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ujar Serena.

Ia menjelaskan, usulan pengalokasian anggaran kejuaraan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang akan disampaikan kepada Wali Kota Kupang untuk menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program pada tahun berikutnya.

Menurut Serena, keberlanjutan pembinaan olahraga harus menjadi tanggung jawab bersama. Kejuaraan tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga wadah untuk menemukan bakat, mengasah kemampuan, serta mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Yang terpenting, semangat pembinaan jangan sampai berhenti. Kita perlu memastikan anak-anak yang memiliki bakat mendapat kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Kupang,” tegasnya.

Serena juga menekankan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga prestasi. Sebagai warisan budaya Indonesia, pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, sportivitas, serta penghormatan terhadap sesama.

Karena itu, menurutnya, pembinaan atlet pencak silat perlu dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.

Kepala Dispora Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang turut mendukung evaluasi rencana penyelenggaraan Wali Kota Cup II. Ia berharap IPSI menyusun kembali rincian kebutuhan anggaran dan mempertimbangkan penyesuaian kategori pertandingan agar pelaksanaan kejuaraan dapat diupayakan sesuai kemampuan pendanaan.

Sementara itu, Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, menjelaskan bahwa Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II semula direncanakan berlangsung pada 28-31 Oktober 2026. Panitia telah dibentuk sejak Mei 2026 dan proposal kegiatan juga telah diajukan. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.

Adrianus mengungkapkan, dukungan dana yang telah diterima melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebesar Rp25 juta, sedangkan kebutuhan penyelenggaraan kejuaraan diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Kejuaraan tersebut awalnya dirancang untuk mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa.

“Kami berharap Kejuaraan Wali Kota Cup ini dapat dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi. Namun, dengan kondisi anggaran yang tersedia saat ini, kami perlu melakukan evaluasi kembali terhadap rencana pelaksanaannya,” jelas Adrianus.

Ia menambahkan, apabila kejuaraan tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana awal, IPSI akan mengarahkan dana yang tersedia untuk mendukung pembinaan lanjutan atlet pencak silat di Kota Kupang sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam audiensi tersebut, Adrianus juga melaporkan hasil cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Dari target tiga medali emas pada kategori tunggal serta nomor tanding putra dan putri, atlet Kota Kupang berhasil meraih satu medali perak dan lima medali perunggu.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Luncurkan Program Self Defense untuk Siswi SD/MI: Bangun Generasi Tangguh dan Berani

Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi IPSI untuk memperbaiki kualitas pembinaan, meningkatkan kemampuan atlet, serta mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi berikutnya.

Selain itu, IPSI mengusulkan agar anggaran penyelenggaraan Kejuaraan Wali Kota Cup pada tahun-tahun mendatang dapat dialokasikan melalui Dispora Kota Kupang. Dengan demikian, koordinasi, evaluasi, dan pemantauan program olahraga diharapkan menjadi lebih terarah, sementara KONI dapat lebih berfokus pada program pembinaan cabang olahraga.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris IPSI Kota Kupang, Fakhruddin Prasong; Bendahara, Yeyen Ngamal; pelatih Bobi Boimau; serta Iwan Selan selaku wasit dan juri.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar atas keterbatasan anggaran tanpa menghentikan pembinaan atlet. Pemerintah Kota Kupang dan IPSI diharapkan dapat menyelaraskan kemampuan pendanaan dengan kebutuhan olahraga, sehingga atlet muda tetap memperoleh kesempatan berlatih, bertanding, dan meningkatkan prestasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.