Pemkot Kupang dan Menko PMK Perkuat Sinergi Penurunan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Ibu Anak

oleh -962 Dilihat
Deputi Menko PMK Didampingi Sekda Kota Kupang Pose Bersama Kadis Kesehatan dan Ketua TP PKK Kota Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak terus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Hal itu tampak dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, di Posyandu Aula Gereja St. Petrus Rasul TDM, Kota Kupang pada Jumat (17/10/2025).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat penurunan angka stunting serta memastikan layanan kesehatan masyarakat berjalan optimal, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelf, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, bersama sejumlah pejabat dari Kementerian PMK.

Kolaborasi Pusat dan Daerah untuk Generasi Emas

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelf menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PMK atas kepedulian dan dukungan terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Kota Kupang.

“Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Kunjungan ini menjadi bukti nyata kolaborasi kita untuk mempersiapkan generasi emas 2045 yang sehat dan berkualitas,” ujar Jeffry.

Ia menegaskan, program penurunan stunting dan peningkatan pelayanan kesehatan yang dicanangkan pemerintah pusat telah diimplementasikan melalui berbagai kegiatan di tingkat daerah.
“Pemkot Kupang telah menerjemahkan arahan pusat ke dalam program-program lintas OPD yang fokus pada perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Angka Stunting Masih Tinggi, Upaya Terus Dilakukan

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ngurah Suarnawa, melaporkan bahwa hingga Agustus 2025, angka stunting di Kota Kupang masih berada pada kisaran 29 persen atau sekitar 3.377 kasus.

BACA JUGA:  Deputi Menko PMK Ajak Warga Kupang Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Manusia dan Hewan di Arena CFD

“Pemerintah Kota Kupang terus berupaya menekan angka ini. Ada 369 posyandu aktif yang rutin memantau pertumbuhan balita. Kami juga meningkatkan kapasitas kader posyandu agar mampu mendeteksi dan memberikan edukasi secara efektif,” ungkap Ngurah.

Pesan Deputi Menko PMK: Edukasi dan Pendampingan Sejak Dini

Dalam arahannya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Menko PMK, Prof. Sukadiono, menyampaikan permohonan maaf dari Menko PMK Pratikno yang batal hadir karena agenda mendadak.

Ia menegaskan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.
“Angkanya mencapai 37 persen, sedangkan Kota Kupang berada di sekitar 28 persen. Ini menjadi perhatian serius kami di pemerintah pusat,” ujarnya.

Sukadiono menekankan pentingnya optimalisasi posyandu dalam memantau tumbuh kembang balita dan ibu hamil, serta memperkuat edukasi gizi bagi remaja putri.
“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa remaja. Edukasi gizi bagi calon pengantin dan remaja putri sangat penting untuk menyiapkan generasi sehat,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu, sekaligus mengintegrasikan program makan bergizi gratis sebagai langkah nyata mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Wujud Kepedulian untuk Masyarakat

Selain meninjau kegiatan posyandu, rombongan Deputi Menko PMK juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat serta mainan edukatif bagi anak-anak.

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai kegiatan tersebut, menandai semangat kebersamaan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting.

“Dengan gotong royong dan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat menurunkan angka stunting di Kota Kupang dan NTT secara signifikan,” tutup Prof. Sukadiono.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.