Pemkot Kupang Siapkan Anggaran Rp20 Juta per Kelurahan untuk Event Budaya

oleh -186 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Peserta Kegiatan Culture Fest TDM Kupang 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan mendukung penyelenggaraan event budaya di setiap kelurahan.

Pada tahun 2026, Pemkot Kupang bahkan menyiapkan anggaran sebesar Rp20 juta per kelurahan untuk mendukung kegiatan budaya masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat menghadiri pembukaan Event Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Gereja GMIT Tiberias TDM pada Senin (25/5/26).

“Kita menyiapkan anggaran kurang lebih Rp20 juta per kelurahan untuk event budaya seperti ini. Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM dan yang paling penting adalah melestarikan budaya kita,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan, di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh modernisasi, generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan budaya tradisional agar tidak kehilangan identitas. Menurutnya, kegiatan budaya menjadi sarana efektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi di tengah masyarakat.

“Kita harus jaga budaya kita supaya anak-anak kita tidak hanya tahu yang modern saja. Jangan sampai mereka lupa budaya tradisional. Melalui kegiatan seperti ini, kita galakkan kembali agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya nilai spiritual dalam setiap aktivitas kehidupan dan pemerintahan. Ia mengapresiasi panitia serta masyarakat TDM yang dinilai mampu membangun semangat gotong royong dan kolaborasi meskipun dengan keterbatasan anggaran.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kota Kupang ini dibangun dengan semangat kolaborasi dan gotong royong dari semua elemen masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah TDM. Ia menyebut setiap kunjungan ke wilayah tersebut selalu terasa seperti pulang ke rumah sendiri.

Menurutnya, event budaya tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun solidaritas sosial, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM.

“Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu harus dijaga dan diwariskan dengan baik,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota memastikan adanya bantuan dana hibah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat sebesar Rp20 juta untuk perbaikan lapangan voli di Gereja Santo Petrus yang telah dijanjikan sejak tahun lalu. Selain itu, ia juga memberikan bantuan pribadi untuk pengurusan akta notaris bagi dua sanggar seni budaya di TDM.

Dukungan serupa turut diberikan oleh Anggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ramli, serta sponsor kegiatan Roy Bulan, sehingga seluruh sanggar yang belum memiliki legalitas dapat terbantu.

Wali Kota juga mengajak seluruh ASN yang hadir untuk berperan aktif dalam mendukung pelaku UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang dipamerkan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Event Budaya TDM 2026, Dicky Ataupah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Flobamora Berkreasi di Kelurahan TDM”. Event ini melibatkan lima sanggar seni budaya, komunitas seni, kelompok tenun ikat, pelaku UMKM, serta lembaga pendidikan.

Berbagai kegiatan digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Mei 2026, di antaranya karnaval budaya, lomba solo lagu daerah, tarian kreasi budaya, fashion show, hingga pameran UMKM.

Dicky juga mengungkapkan bahwa dari lima sanggar seni budaya yang ada di TDM, baru satu yang memiliki akta notaris, sementara empat lainnya masih membutuhkan dukungan legalitas.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Targetkan Minimal Dua TK Negeri di Setiap Kecamatan

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan membangun kreativitas generasi muda,” ujarnya.

Event Budaya TDM 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan potensi seni budaya daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.