Pemkot Kupang Sulap Tagepe Jadi Pusat Seni, Literasi, dan Ekonomi Kreatif

oleh -167 Dilihat
Wawali Kupang Didampingi Sejumlah Pimpinan SKPD Kota Kupang Tinjau Taman Tagepe pada Senin, 18 Mei 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang berencana menyulap Taman Generasi Penerus (Tagepe) di Kelurahan Kelapa Lima menjadi pusat seni, literasi, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Langkah ini diambil sebagai upaya menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis saat meninjau langsung kondisi Taman Tagepe, Senin (18/5/2026).

Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kasat Pol PP Kota Kupang.

Serena menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang ingin menghidupkan kembali taman-taman kota sesuai dengan karakter dan fungsinya masing-masing. Jika Taman Nostalgia lebih diarahkan sebagai pusat kuliner dan UMKM, maka Tagepe akan difokuskan sebagai ruang publik kreatif.

“Kalau Taman Nostalgia kita dorong lewat kuliner dan UMKM, maka Tagepe nanti kita ingin lebih menonjolkan kesenian dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, Tagepe memiliki potensi besar karena secara tata letak sudah cukup baik. Namun, diperlukan sentuhan program dan aktivitas agar taman tersebut benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, kawasan Tagepe direncanakan menjadi ruang pengembangan berbagai kegiatan seperti literasi, pendidikan, teater, paduan suara, pertunjukan musik, hingga pameran seni. Selain itu, akan dikembangkan pula galeri lukisan, galeri foto, serta galeri sejarah Kota Kupang.

“Tagepe ini sebenarnya layout-nya sudah bagus. Tinggal bagaimana kita menciptakan aktivitas baru yang bisa kita optimalkan di sini,” tambahnya.

Meski demikian, Serena menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil kebijakan secara sepihak. Pendekatan partisipatif akan dikedepankan dengan melibatkan masyarakat sekitar sebelum konsep tersebut direalisasikan.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Tegaskan Tidak Ada Sponsor dari Perusahaan Geotermal di Tour de EnTeTe 2025

“Kita masih melihat respons masyarakat. Kita ingin kebijakan ini benar-benar dari bawah atau bottom up. Kalau masyarakat setuju, baru kita implementasikan,” tegasnya.

Upaya revitalisasi Tagepe ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas, memperkuat interaksi sosial, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan taman. Menurutnya, keberhasilan pengembangan Tagepe tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam merawat fasilitas yang ada.

Dengan konsep baru tersebut, Tagepe diharapkan tidak sekadar menjadi taman kota biasa, tetapi berkembang menjadi ruang budaya dan kreativitas yang memberi warna baru bagi wajah Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.