Pemkot Kupang Terima 50 Kontainer Sampah dari Perbanas, Wujud Kolaborasi Menuju Kota Bersih dan Berdaya Saing

oleh -1014 Dilihat
Wali Kota Kupang Didampingi Wawali Kupang Beraudiensi dengan Pimpinan dan Pengurus Perbanas. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang kembali memperoleh dukungan nyata dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu. Kali ini, Komite Masyarakat Perbankan Peduli (KMPP) Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyerahkan bantuan berupa 50 unit kontainer sampah dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Garuda Lantai 2, Kantor Wali Kota Kupang pada Rabu (2/7/2025).

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis hadir langsung dalam kegiatan ini. Turut mendampingi sejumlah pejabat penting seperti Penjabat Sekda Ignasius Repelita Lega, Kepala DPMPTSP Wildrian Ronald Otta, Pelaksana Tugas Kepala DLHK Matheos A. H. T. Maahury, dan Kepala Bagian Kerja Sama serta Protokol Setda Kota Kupang.

Sementara dari pihak Perbanas, hadir Direktur Bank BCA Cabang Kupang, Vera Eve Lim, Tribuana Tunggadewi dari KMPP Perbanas, Direktur Eksekutif Perbanas Eka Sri Dana Afriza, serta jajaran pengurus dan anggota Perbanas NTT.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi Perbanas dalam mendukung pembenahan pengelolaan sampah di Kota Kupang. Ia menggarisbawahi bahwa permasalahan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan tantangan serius yang harus ditangani dengan sistematis dan menyeluruh.

“Kota Kupang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang utuh. Kita hanya memindahkan sampah dari titik A ke titik B. Maka, kami bentuk Satgas Persampahan dan menyusun roadmap, dimulai dari rumah tangga hingga ke TPA. Ini sistem yang harus kita bangun bersama,” ungkapnya.

Wali Kota menjelaskan bahwa pengadaan 1.300 kontainer sampah di tingkat RT merupakan bagian dari skema besar tersebut. Lewat efisiensi anggaran, termasuk tidak membeli mobil dinas baru, Pemkot telah mampu mengalokasikan anggaran untuk 800 unit. Ditambah 300 unit bantuan dari berbagai pihak, kini 1.100 unit kontainer telah tersedia.

BACA JUGA:  Bangga! Wali Kota Kupang Raih Posisi Strategis di DPP PSI sebagai Anggota Dewan Pembina

“Banyak yang awalnya pesimis. Tapi ternyata bisa. Karena ini bukan hanya proyek fisik, melainkan gerakan moral bersama,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa Kota Kupang adalah pinjaman dari generasi mendatang yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Wali Kota juga menutup sambutannya dengan kutipan bermakna, “If you want to go fast, go alone. But if you want to go far, go together.” Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, masyarakat, lembaga keagamaan, dan komunitas sebagai kunci untuk mewujudkan kota yang bersih dan berdaya saing.

Sementara itu, mewakili KMPP Perbanas, Vera Eve Lim menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Perbanas yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa dunia perbankan tidak hanya berperan dalam ekonomi, tetapi juga harus terlibat dalam isu-isu sosial dan lingkungan.

“Di bawah payung Perbanas, meski kami bersaing di bisnis, kami bersatu untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya berikan 20 kontainer, tapi 50, dan siap kerja sama tiga tahun ke depan mendukung program Pemkot,” tegasnya.

Vera juga menyoroti pentingnya literasi keuangan, terutama di tengah pesatnya digitalisasi. Ia menyampaikan kesiapan Perbanas mendukung edukasi keuangan bagi ASN dan masyarakat untuk menghindari jebakan pinjaman online ilegal serta menjaga keamanan data pribadi.

“Kami percaya peran perbankan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Semoga ini bukan yang terakhir, tetapi awal dari banyak kolaborasi ke depan,” tutupnya.

Penyerahan kontainer ini menjadi momentum penting menuju Kota Kupang yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta membuktikan bahwa visi besar dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong, bahkan di tengah keterbatasan anggaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.