Pemprov NTT Luncurkan Program Siber Sehat, Gubernur Melki: Lawan Hoaks dan Kecanduan Gadget

oleh -81 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Ketua DPRD NTT dan Rektor Undana Kupang Luncurkan Program Siber Sehat. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan Program Siber Sehat NTT sebagai langkah strategis menghadapi berbagai tantangan di era digital, khususnya maraknya hoaks dan kecanduan gadget di tengah masyarakat.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan Launching dan Kampanye Siber Sehat NTT yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kota Kupang pada Sabtu (9/5/2026).

Program Siber Sehat NTT merupakan inisiatif Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT yang dikembangkan bersama Universitas Nusa Cendana (Undana). Program ini bertujuan membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, seperti kemudahan akses pendidikan, informasi, hingga peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan serius yang perlu diantisipasi secara bersama.

“Banyak orang hari ini terganggu waktu istirahatnya karena terlalu lama berada di ruang digital. Screen time kita semakin tinggi. Semua yang kita butuhkan memang ada di telepon genggam, tetapi kalau tidak mampu mengatur penggunaannya dengan baik, kita bisa kehilangan kendali,” ujar Melki.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang kini semakin marak, mulai dari penyebaran hoaks, konten negatif di kalangan pelajar, kecanduan media sosial, hingga gangguan kesehatan mental pada remaja dan generasi muda.

Menurutnya, Program Siber Sehat NTT bukan sekadar program teknologi, melainkan gerakan sosial dan edukasi yang menyasar pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, serta masyarakat umum.

“Program ini bertujuan melindungi masyarakat dari konten berbahaya serta mendorong penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Tegaskan Perubahan Bank NTT Jadi Perseroda Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang sehat yang dimulai dari tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam penggunaan gadget di rumah. Sementara itu, sekolah diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan dalam penggunaan teknologi digital.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, hingga para kreator konten lokal juga diharapkan ikut berperan dalam menyukseskan gerakan tersebut.

Program Siber Sehat NTT juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT melalui Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan kembali budaya belajar, membaca, dan berdiskusi di rumah. Anak-anak NTT tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga aktif membangun masa depan mereka,” tambah Melki.

Sebagai bagian dari implementasi program, Dinas Kominfo Provinsi NTT juga membentuk Satgas Siber Sehat NTT. Melalui satgas ini, masyarakat dapat melaporkan konten digital yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan melalui kanal resmi pemerintah.

Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor, termasuk aparat keamanan, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, menyambut positif peluncuran program tersebut. Ia menilai Siber Sehat NTT merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan era digital.

“Program ini sangat positif. Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri. Orang tua harus menjadi pengendali utama dalam membatasi durasi penggunaan gadget anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan launching turut dihadiri Rektor Universitas Nusa Cendana Jefri Bale, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, pimpinan instansi vertikal, anggota MKKS SMA/SMK se-Kota Kupang, mahasiswa, pelajar, serta insan pers. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.