Pemprov NTT Perkuat Peran Pemuda di Sektor Usaha, PMII Bidik Investasi dan UMKM

oleh -368 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Beraudiensi dengan PMII pada Selasa, 7 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor kewirausahaan. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima audiensi jajaran pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Ruang Kerja Gubernur, Kupang, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki menekankan pentingnya transformasi gerakan mahasiswa dari sekadar aktivitas organisasi menuju aksi nyata di sektor usaha dan investasi. Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika didukung dengan kebijakan yang tepat.

“Kita dorong anak-anak muda untuk tidak hanya berorasi, tetapi juga berani masuk ke dunia usaha. Pemerintah siap mendukung melalui berbagai program, salah satunya KUR Masuk Kampus,” ujar Gubernur Melki.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Masuk Kampus, lanjutnya, telah mulai diterapkan di Universitas Nusa Cendana (Undana) dan akan terus diperluas. Ke depan, Pemprov NTT bahkan berencana menghadirkan program serupa di tingkat sekolah guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Sementara itu, Ketua PMII Kupang, Farqhih Pradana, menyatakan kesiapan organisasinya untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor usaha, khususnya melalui program One Village One Product (OVOP) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTT.

“PMII kini tidak hanya fokus pada gerakan intelektual, tetapi juga ingin terlibat langsung dalam pengembangan kewirausahaan. Kami siap ambil bagian dalam implementasi OVOP dan mendorong investasi di sektor UMKM,” ungkap Farqhih.

PMII juga berkomitmen memanfaatkan jejaring regional untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM lokal hingga ke tingkat internasional, termasuk pada event-event besar seperti MotoGP.

Gubernur Melki turut mendorong mahasiswa untuk jeli melihat peluang di sektor ekonomi syariah dan jaminan produk halal yang memiliki potensi pasar global yang sangat besar. Ia juga mencontohkan keberhasilan produk abon ikan tuna hasil kolaborasi mahasiswa di Kota Kupang sebagai model yang bisa direplikasi.

BACA JUGA:  Sekda Kota Kupang Tutup Kupang Digital Fest 2026, Dorong Akselerasi Ekonomi Digital dan UMKM

Audiensi tersebut dihadiri Ketua PKC PMII Bali Nusra Ahmad Muzakkir, Direktur LBH PMII Bali Nusra Bang Sahrul, Pengurus Bidang Perekonomian dan Investasi PMII Bali Nusra Yogi Pratama, Ketua PKC Bidang Hubungan Antar Kelembagaan Abdul Latif S. Wutun, serta sejumlah pengurus lainnya.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Sonny Libing, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT Viktor Manek, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Noldy Pellokila.

Sinergi antara pemerintah dan mahasiswa ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.