Pemprov NTT Perluas Jaringan NTT Mart, Sabu Raijua Jadi Titik ke-22

oleh -705 Dilihat
Wagub NTT Belanja Produk Lokal di NTT Mart Sabu Raijua. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperluas jaringan pemasaran produk lokal melalui program NTT Mart. Terbaru, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma secara resmi melaunching NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua yang berlokasi di Pasar Nataga, Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, pada Rabu (18/2/2026).

Kehadiran NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua tersebut menandai titik ke-22 NTT Mart yang telah tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov NTT dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Johni Asadoma mengungkapkan pentingnya standarisasi dan modernisasi produk UMKM melalui proses hilirisasi guna meningkatkan nilai jual produk. Menurutnya, upaya hilirisasi yang dilakukan secara konsisten akan mampu meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga dapat bersaing di pasar lokal, nasional hingga internasional.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran NTT Mart di Sabu Raijua diharapkan dapat mendorong peningkatan daya produksi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya ke luar daerah. Hal ini dinilai dapat membantu upaya pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan Provinsi NTT.

“UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, hilirisasi dari bahan baku menjadi produk bernilai tambah menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya tarik produk di pasaran. Hal tersebut juga menjadi bagian dari implementasi konsep One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk,” jelasnya.

NTT Mart, lanjut Wagub, bukan sekadar pusat perbelanjaan modern, melainkan platform pemasaran yang menghubungkan produsen, petani, nelayan, pengrajin, serta pelaku usaha lainnya di NTT dengan konsumen di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

BACA JUGA:  DPRD NTT Kritik Pidato Setahun Kepemimpinan Melki-Johni, Soroti Kualitas SDM Pendidikan Masih Stagnan

Sementara itu, Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk mendukung program NTT Mart dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Pihaknya juga mengajak seluruh pelaku usaha, khususnya industri rumah tangga, UMKM dan IKM di wilayah Sabu Raijua untuk memanfaatkan NTT Mart sebagai sarana pemasaran produk serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha di luar daerah agar produk lokal semakin dikenal luas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing menjelaskan bahwa selain aspek produksi, NTT Mart juga menekankan pentingnya standarisasi kemasan yang menarik serta integrasi sistem pemasaran digital guna menjangkau pasar global secara lebih luas.

Berbagai produk UMKM dan IKM yang dipasarkan di NTT Mart by Dekranasda Sabu Raijua di antaranya produk kuliner lokal seperti gula sabu, virgin coconut oil, aneka keripik, abon ikan tuna hingga berbagai olahan hasil laut. Selain itu, tersedia pula produk kriya dan fashion seperti tenun ikat khas Sabu Raijua, kerajinan tempurung kelapa, anyaman daun lontar, hingga produk rajutan handmade yang menjadi identitas kekayaan budaya lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.