Pemprov NTT “Sentil” Kawasan Industri Bolok: Efisiensi Anggaran dan Percepatan Aset Jadi Sorotan RUPS

oleh -56 Dilihat
Gubernur NTT Pimpin RUPS KIB Tahun Buku 2025 di Hotel Sasando Kupang pada Jumat, 4 September 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menaruh perhatian serius terhadap kinerja PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda). Efisiensi pengelolaan anggaran, pengembangan usaha, peningkatan pelayanan investor, hingga percepatan penyelesaian aset dan perizinan menjadi sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025.

RUPS PT Kawasan Industri Bolok berlangsung di Hotel Sasando Kupang pada Jumat (4/9/2026), dan dipimpin langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Kawasan Industri Bolok, yakni Direktur Utama Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia, Direktur Keuangan dan Operasional Kretisana Jagi, serta Komisaris Independen Fredrik Lukas Benu dan Daniel Tonu.

Dari Pemerintah Provinsi NTT, turut hadir Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfie Nange, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Odermaks Sombu, serta Plt. Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Maria Florensia.

Dalam RUPS, Pemprov NTT mendorong PT Kawasan Industri Bolok memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja perusahaan agar mampu berkembang menjadi kawasan industri yang lebih kompetitif.

Dorongan tersebut tidak hanya menyasar peningkatan aktivitas bisnis, tetapi juga memastikan kawasan mampu menarik lebih banyak investor, menggerakkan perekonomian, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan dan perekonomian daerah.

Salah satu perhatian utama adalah efisiensi anggaran. Pemerintah daerah menekankan agar pengelolaan keuangan perusahaan dilakukan secara proporsional dan diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak nyata terhadap pengembangan usaha.

Penyertaan modal daerah yang telah diberikan kepada PT Kawasan Industri Bolok juga didorong agar dimanfaatkan secara produktif, terutama untuk kegiatan yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

Direksi diminta tidak sekadar membelanjakan anggaran, tetapi memastikan setiap penggunaan dana memiliki kaitan langsung dengan penguatan bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan.

BACA JUGA:  5.000 Pramuka Ramaikan Karnaval Budaya Jamda NTT 2026, UMKM di Kupang Ikut Bergeliat

Selain efisiensi, persoalan aset dan perizinan juga menjadi pekerjaan penting yang harus segera dituntaskan. Kepastian terhadap aset dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pengembangan kawasan dan memberikan kepastian kepada investor.

Dalam rencana bisnis 2026, PT Kawasan Industri Bolok memprioritaskan penguatan kepastian aset dan perizinan, pembangunan infrastruktur penunjang kawasan, peningkatan pemasaran serta pelayanan investor, dan penguatan tata kelola perusahaan maupun sumber daya manusia.

Sejumlah infrastruktur penunjang juga direncanakan, di antaranya pembangunan gudang siap pakai, reservoir air, serta gardu distribusi listrik.

Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kawasan sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada investor maupun calon investor.

Di sektor investasi, Direksi PT Kawasan Industri Bolok melaporkan sejumlah penjajakan kerja sama dengan calon investor dan mitra usaha.

Strategi pemasaran juga akan diperkuat melalui pendekatan digital, promosi, site visit, forum investasi, serta berbagai strategi lainnya guna memperluas jangkauan pemasaran kawasan industri.

Pemprov NTT berharap langkah tersebut tidak berhenti pada penjajakan, tetapi dapat dikonversi menjadi investasi nyata yang memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Dalam RUPS, perusahaan juga didorong melakukan kajian dan perbandingan dengan pengelola kawasan industri lainnya, terutama dalam menentukan mekanisme harga sewa.

Penetapan harga sewa diharapkan lebih efektif, tetap memperhatikan nilai keekonomian kawasan, mampu menarik investor, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, RUPS menerima dan menyetujui laporan tahunan PT Kawasan Industri Bolok Tahun Buku 2025 dengan sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti Direksi.

Selain laporan tahunan, RUPS juga membahas rencana bisnis perusahaan Tahun 2026, RKAP Tahun Buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

Melalui forum tersebut, Pemprov NTT menegaskan bahwa PT Kawasan Industri Bolok harus bergerak lebih produktif dan profesional. Efisiensi, kepastian aset, percepatan perizinan, penguatan infrastruktur, serta kemampuan menarik investor menjadi kunci agar kawasan industri tersebut mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian NTT.

BACA JUGA:  Pemerintah Daerah Didorong Lebih Kreatif di Tengah Pengurangan Dana Transfer Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.