Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Dialog Radio Interaktif yang diselenggarakan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia di Studio Pro 1 RRI Kupang pada Senin (23/2/2026).
Dialog bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Melki-Johni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT” tersebut turut menghadirkan Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo, Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Apolonaris Gai, serta Pengamat Ekonomi James Adam yang mengikuti secara daring. Dialog dipandu oleh presenter RRI Kupang, Vongky Lete.
Dalam pemaparannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa salah satu capaian signifikan dalam satu tahun terakhir adalah penurunan angka kemiskinan di NTT berdasarkan data makro terbaru.
Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi kontributor utama terhadap capaian tersebut, seiring dengan meningkatnya produksi gabah yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut membantu masyarakat rentan, khususnya anak-anak, dalam memperoleh akses terhadap makanan bergizi, meskipun implementasinya masih perlu diperluas hingga ke wilayah pedesaan.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif, hampir mencapai 40 persen dari target tahunan. Sektor peternakan, kelautan dan perikanan termasuk komoditas cakalang dan rumput laut serta perkebunan kopi dan kakao turut mencatatkan tren pertumbuhan yang baik di tengah tantangan situasi global dan nasional.
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, mengapresiasi capaian makro Pemerintah Provinsi NTT seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan, serta tingkat pengangguran yang relatif terkendali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut perlu diterjemahkan menjadi peluang nyata, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.
Sementara itu, Apolonaris Gai menilai bahwa satu tahun kepemimpinan Melki-Johni lebih difokuskan pada pembangunan fondasi tata kelola pemerintahan dengan kecenderungan kuat pada desain good governance. Ia juga menyoroti stabilitas relasi antara eksekutif dan legislatif yang dinilai cukup baik dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah mempersiapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan sebagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Ia menargetkan optimalisasi pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masuk ke NTT sebesar lebih dari Rp3,2 triliun untuk memperkuat ekonomi rakyat, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan kritik publik sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang partisipatif dan transparan.
Dialog interaktif ini menjadi ruang refleksi atas satu tahun kepemimpinan Melki-Johni sekaligus wadah partisipasi publik dalam mengawal arah pembangunan Nusa Tenggara Timur ke depan. ***





