Perjuangkan Nasib Honorer TMS P3K, Wali Kota Kupang Duduk Lesehan Bersama Mereka di Depan Rujab

oleh -953 Dilihat
Wali Kota Kupang Duduk Lesehan dan Berdiskusi dengan Tenaga Honorer TMS P3K. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menerima para tenaga honorer tenaga kependidikan yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam seleksi P3K tahap II. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu digelar di halaman Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (22/9) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa dirinya berada pada posisi yang sama dengan para tenaga honorer, memperjuangkan kepentingan mereka. “Saya ada bersama Bapak dan Ibu. Kita sama-sama berjuang. Kita ini satu keluarga. Kalau ada masalah, wajar anak mencari orang tuanya. Tapi mari kita duduk baik-baik, berdiskusi dengan hati yang tulus dan pikiran yang terbuka,” ujar Christian Widodo.

Turut mendampingi Wali Kota, Asisten Administrasi Umum, Kepala BKPPD serta Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Christian Widodo bahkan rela duduk bersama di lantai untuk mendengar satu per satu keluhan dan penjelasan para tenaga honorer. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar teknis administrasi, tetapi juga menyangkut keadilan dan penghargaan bagi mereka yang telah lama mengabdi.

Terkait persoalan teknis, Wali Kota menjelaskan ada hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun ia menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi proses perjuangan agar aspirasi para tenaga honorer tetap tersampaikan hingga ke tingkat pusat. “Jangan salah paham, saya bukan di pihak yang berseberangan. Kita semua di pihak yang sama. Yang kita hadapi adalah aturan baru yang keluar. Itu yang harus sama-sama kita perjuangkan. Saya siap bawa aspirasi ini sampai ke pusat. Bahkan bila perlu, saya akan atur agar ada perwakilan dari Bapak Ibu ikut bersama saya ke Jakarta, supaya bisa didengar langsung,” tegasnya.

Wali Kota juga memerintahkan jajarannya untuk segera menyiapkan surat resmi yang akan ditandatangani langsung olehnya, berisi permohonan kepada pemerintah pusat agar mempertimbangkan kembali nasib tenaga honorer tersebut. “Biar jelas, saya minta surat dibuat ulang. Semua nama masuk, yang terdata di BKN maupun yang belum, supaya ada alasannya. Besok surat itu sudah harus ada, saya tanda tangan, dan koordinator bisa pegang salinannya. Jadi jelas bahwa kita berjuang bersama,” tandasnya.

BACA JUGA:  Wali Kota dan Bupati Kupang Sepakat Utamakan Dialog dalam Pengelolaan PDAM

Koordinator tenaga honorer kependidikan, Gusti, mengapresiasi keterbukaan dan sikap Wali Kota yang menerima mereka dengan penuh kehangatan sekaligus berkomitmen memperjuangkan aspirasi mereka hingga ke pemerintah pusat. Dalam pertemuan itu, para honorer juga menyerahkan data lengkap jumlah mereka, yakni 146 orang tenaga pendidik yang merasa dirugikan akibat persoalan teknis pendaftaran P3K tahap II. Sebagian di antaranya telah mengabdi puluhan tahun, namun tidak terakomodir dalam sistem karena keterlambatan informasi atau kendala teknis lainnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.