Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Lokal, Gubernur NTT Luncurkan Buku Transformasi Dimulai dari Kelas dan NTT Mart

oleh -90 Dilihat
Gubernur NTT Luncurkan Buku Bertajuk “Transformasi Dimulai dari Kelas dan NTT Mart” pada Sabtu, 4 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Borong-Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat sektor pendidikan sekaligus membangun kemandirian ekonomi lokal.

Hal tersebut ditandai dengan peluncuran buku Transformasi Dimulai dari Kelas serta NTT Mart by OSOP di SMK Negeri 1 Borong, Kabupaten Manggarai Timur pada Sabtu (4/7/26).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat, yang menjadi salah satu kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di NTT.

Acara ini turut dihadiri Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, para kepala sekolah, pengawas, guru, serta ratusan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Ia menilai, kehadiran kebijakan Jam Belajar Masyarakat, peluncuran buku pendidikan, hingga NTT Mart merupakan langkah nyata dalam memperkuat kualitas SDM sekaligus ekonomi daerah.

Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 lahir sebagai respons atas kondisi kualitas pendidikan di NTT yang masih perlu banyak perbaikan. Ia menyebut hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menempatkan NTT pada peringkat 36 secara nasional.

“Keberhasilan beberapa sekolah atau siswa berprestasi tidak boleh menutupi fakta bahwa secara umum kualitas pendidikan kita masih harus diperbaiki,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak. Melalui kebijakan Jam Belajar Masyarakat, pemerintah mengatur waktu pukul 18.00-19.30 WITA sebagai momen belajar bersama keluarga untuk memperkuat budaya literasi di rumah.

“Pergub ini mengajak kita semua agar anak-anak dididik dengan baik, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pengamat Undana Kupang Sebut Gaya Kepemimpinan Christian-Serena Kian Solid dan Sinergis

Selain fokus pada pendidikan, Gubernur juga meluncurkan NTT Mart by OSOP sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Ia menjelaskan bahwa NTT masih menghadapi defisit perdagangan karena ketergantungan pada produk luar daerah, termasuk komoditas pinang yang nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun.

Melalui NTT Mart, pemerintah mendorong sinergi konsep One Village One Product (OVOP), One Commodity One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP) untuk memperkuat produk lokal NTT agar lebih berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berdialog dengan para siswa dan memberikan apresiasi kepada mereka yang mampu menjawab pertanyaan serta menyampaikan cita-cita. Ia menekankan pentingnya penguatan tiga pilar pendidikan, yakni akademik, karakter, dan kewirausahaan.

“Anak-anak NTT harus berani bermimpi menjadi pengusaha yang bisa menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Wilayah VI, Adrianus Ngongo, menyebut buku Transformasi Dimulai dari Kelas lahir dari gagasan dan pengalaman para pendidik di Manggarai Timur. Ia juga menilai budaya literasi di daerah tersebut cukup baik dan perlu terus ditingkatkan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan peluncuran resmi buku dan NTT Mart by OSOP, yang ditandai penyerahan simbolis kepada Gubernur NTT serta keterlibatan para siswa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa pembangunan pendidikan dan penguatan ekonomi lokal harus berjalan beriringan demi mewujudkan NTT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.