Petani Amarasi Selamatkan Bayi dalam Kardus, Pemprov NTT Beri Apresiasi Tinggi

oleh -289 Dilihat
Petani di Amarasi, Kabupaten Kupang, Selamatkan Bayi Perempuan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi tinggi kepada seorang petani asal Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Domitianus Bonat, yang telah menyelamatkan seorang bayi perempuan yang ditemukan dalam kondisi hidup di dalam sebuah kardus di kawasan hutan Mnera Kabnono pada Jumat (10/7/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan langsung mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma oleh Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi NTT, Adrianus Yosephus Pa, bersama Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Agus Widodo, saat mengunjungi Domitianus.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kepedulian serta tindakan kemanusiaan yang telah dilakukan. Respons cepat beliau telah menyelamatkan nyawa seorang bayi yang sangat membutuhkan pertolongan,” ujar Adrianus.

Ia menegaskan, tindakan Domitianus merupakan contoh nyata nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang patut diteladani masyarakat. Pemerintah juga memastikan bayi tersebut akan mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta penanganan sesuai prosedur melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan instansi terkait.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 06.30 WITA saat Domitianus menuju kebun untuk memindahkan ternak. Ia melihat sebuah kardus mencurigakan di pinggir jalan. Saat diperiksa, ia terkejut menemukan seorang bayi perempuan yang masih hidup di dalamnya.
“Pagi-pagi beta ke kebun, lihat ada dos di pinggir jalan. Beta cek, ternyata ada bayi. Beta langsung panggil orang sekitar,” tutur Domitianus.
Setelah itu, ia bersama warga lain segera mengamankan lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Amarasi serta petugas kesehatan dari Puskesmas Oekabiti. Sekitar pukul 07.00 WITA, aparat kepolisian dan tim medis tiba di lokasi dan mengevakuasi bayi yang ditemukan terbungkus handuk abu-abu dan dialasi sprei merah muda di dalam kardus.
Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Oekabiti untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam kesempatan itu, Domitianus juga menyatakan keinginannya untuk mengadopsi bayi tersebut, dengan tetap mengikuti proses hukum dan administrasi yang berlaku.
Sementara itu, Ketua RT setempat berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku pembuangan bayi tersebut agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.
Pemerintah Provinsi NTT menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan kasus penelantaran atau kekerasan terhadap anak.
Pemprov NTT juga mengapresiasi sinergi cepat antara masyarakat, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelamatan bayi tersebut. Komitmen untuk melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak, akan terus menjadi prioritas dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif di NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.