Program Jam Belajar Masyarakat di Alor Mulai Berdampak, Pelajar Lebih Disiplin dan Kurangi Aktivitas Malam

oleh -150 Dilihat
Program Jam Belajar Masyarakat Diterapkan di Kabupaten Alor Berdampak Positif. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Program Gerakan Jam Belajar Masyarakat “Melki-Johni Mengajak Belajar” mulai menunjukkan dampak nyata bagi pelajar di Kabupaten Alor. Di tengah situasi Kalabahi yang dinilai semakin kurang aman bagi remaja berkeliaran pada malam hari, program ini mendorong siswa untuk lebih disiplin belajar di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.

Saves Lei, siswa kelas 1 SMA Negeri 1 Kalabahi, mengaku dirinya bersama teman-teman merasakan langsung manfaat dari kebijakan tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat berdialog dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, yang mengunjungi rumah keluarganya di Kalabahi, Senin (25/5/2026).

“Mereka senang dengan Pergub ini, bapak,” ujar Saves.

Ia menjelaskan, para guru di sekolahnya secara rutin mengingatkan siswa untuk memanfaatkan waktu jam belajar masyarakat yang dimulai pukul 18.00 hingga 20.00 WITA untuk belajar bersama keluarga di rumah.

“Kami setiap pagi apel jam 06.55 selalu diingatkan untuk belajar dari jam 18.00 sampai 20.00. Gunakan waktu yang ada karena kondisi Kalabahi saat ini kurang aman,” ungkapnya.

Saves juga mengaku kebiasaan belajar malam sebenarnya sudah ia jalankan sejak lama. Namun, keberadaan Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat semakin memperkuat kedisiplinannya.

“Sejak dulu dan diperkuat lagi dengan Pergub ini,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menilai program Jam Belajar Masyarakat tidak hanya berdampak pada peningkatan disiplin belajar siswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara orang tua dan anak di dalam rumah.

Ia meminta para orang tua untuk aktif mendampingi anak selama waktu belajar berlangsung serta mengurangi penggunaan telepon genggam agar tercipta komunikasi yang lebih berkualitas.

“Mulai sekarang bapak dan mama harus damping. Satu setengah jam itu HP disimpan. Gunakan waktu untuk komunikasi penuh perhatian supaya anak-anak bisa bertumbuh,” ujar Melki.

BACA JUGA:  Inflasi NTT April 2025 Capai 1,77 Persen, Tertinggi di Kabupaten TTS

Gubernur juga meminta para guru dan kepala sekolah untuk terus mengawasi serta mengingatkan siswa agar program ini berjalan efektif di seluruh wilayah NTT.

“Rumah harus menjadi tempat belajar utama, baik pendidikan karakter, pendidikan akademik, maupun pendidikan kewirausahaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Melki juga memberikan motivasi kepada Saves yang bercita-cita menjadi anggota Brimob. Ia mendorong siswa tersebut untuk menjaga kesehatan, rajin berolahraga, serta menjauhi rokok dan minuman keras.

“Brimob itu seperti Kakak Johni Asadoma, Wakil Gubernur NTT. Dia dulu Brimob,” katanya memberi semangat.

Gubernur Melki menegaskan dirinya sengaja turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan implementasi program Jam Belajar Masyarakat benar-benar berjalan di tengah masyarakat.

“Hari ini saya mengunjungi rumah Pak Yopi, Mama Lin dan Saves untuk melihat langsung pelaksanaan Pergub Jam Belajar Masyarakat. Saya minta guru dan kepala sekolah terus mengawasi agar program ini berjalan baik di seluruh NTT,” ujarnya.

Ia berharap setiap rumah tangga di NTT dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, serta membangun masa depan yang lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.