Resmikan NTT Mart Lembata, Gubernur Melki Dorong Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Lokal

oleh -1052 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati Lembata Resmikan NTT Mart Lembata pada Kamis, 5 Pebruari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT

Suarantt.id, Lewoleba-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Lembata pada Kamis (5/2/2026). Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi serta memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produk lokal agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang, melainkan harus merata dan berkeadilan. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerataan ekonomi dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah.

“NTT Mart hadir sebagai instrumen untuk mendorong masyarakat agar terus berproduksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang berkelanjutan, sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di daerah,” ujar Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, NTT Mart dibangun di atas tiga pilar utama, yakni One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP). Melalui OVOP, setiap desa didorong memiliki minimal satu produk unggulan dengan pendampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT dan para pendamping desa, untuk selanjutnya dipasarkan melalui NTT Mart.

Sementara melalui OSOP, sekolah-sekolah dilibatkan dalam menghasilkan berbagai produk, termasuk karya tulis seperti buku. Adapun OCOP menjadi ruang terbuka bagi seluruh komunitas, mulai dari nelayan, kelompok masyarakat hingga organisasi mahasiswa, dalam semangat ekonomi kerakyatan agar uang berputar di daerah dan kesejahteraan rakyat meningkat.

“Sebanyak 80 persen produk diharapkan berasal dari Kabupaten Lembata dan 20 persen dari daerah lain di NTT. Seluruh produk harus memenuhi unsur sehat, bermutu, dan berkualitas sesuai standar Pemerintah Provinsi NTT,” tegasnya.

Dalam penguatan UMKM, Gubernur Melki menekankan pendekatan tiga aspek utama, yakni Modal, Pendampingan, dan Pasar. Dari sisi permodalan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen penting, namun harus disertai pendampingan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produksi, kemasan, serta literasi keuangan secara berkelanjutan.

“Dari sisi pasar, NTT Mart diposisikan sebagai instrumen utama. Pembelian produk lokal diharapkan dimulai dari ASN agar ekonomi rakyat bergerak dan NTT menjadi provinsi yang produktif, bukan hanya konsumtif,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart sejalan dengan kebutuhan masyarakat di daerahnya. Ia menuturkan, sebelumnya banyak pelaku usaha menjual produk pangan lokal seperti jagung titi di pinggir jalan, dan kini memiliki ruang pemasaran yang lebih layak dan representatif.

“Jagung titi merupakan pangan lokal unggulan Lembata yang harapannya dapat dipasarkan lebih luas, termasuk melalui NTT Mart di daerah lain seperti Kota Kupang, dengan dukungan Dekranasda Kabupaten Lembata dan Bank NTT,” ungkap Bupati Lembata.

Dalam laporan panitia, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing, menyampaikan bahwa NTT Mart berpotensi menjadi pusat penggerak sektor lain, seperti pertanian, perikanan, serta industri pendukung, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“NTT Mart bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Lembata sebagai wadah bagi produk kreatif UMKM agar terus bertumbuh dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan wafatnya seorang anak berusia 10 tahun di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai kegagalan kolektif dalam mendeteksi dan merespons persoalan sosial secara dini.

“Ini menjadi alarm keras bagi kita semua untuk saling memperhatikan dan bersama-sama mengurus anak-anak NTT agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Gubernur.

Kegiatan ditutup dengan peresmian NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Lembata yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur NTT bersama Bupati Lembata, dilanjutkan dengan peninjauan serta pembelian produk lokal. Sebelumnya, juga dilakukan penyerahan simbolis Kredit Mikro Kecil POPELA Bank NTT kepada pelaku usaha serta penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan NTT Mart antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dan Dekranasda Kabupaten Lembata.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena Resmikan NTT Mart Berbasis Sekolah Pertama di NTT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Dekranasda Kabupaten Lembata, pelaku UMKM dan IKM, pimpinan perbankan, akademisi, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.