Suarantt.id, Kupang-Sunday Market Buat Orang Kupang atau SABOAK kini menjelma menjadi wajah baru ekonomi kreatif di Kota Kupang. Setelah 19 minggu berjalan sejak diluncurkan pada 21 Juni 2025, kegiatan rutin yang digelar dua kali dalam seminggu di Taman Nostalgia ini tumbuh menjadi ruang kolaborasi, promosi UMKM, sekaligus simbol gotong royong masyarakat Kota Kupang.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, mengatakan bahwa penyelenggaraan SABOAK di Taman Nostalgia bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang publik favorit warga, taman ini juga memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Taman Nostalgia bukan hanya ruang rekreasi, tapi juga ruang ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Kupang bersama dunia usaha dan masyarakat berkomitmen menumbuhkan ekonomi berbasis UMKM,” ujar Serena saat membuka Festival Sepe 2025 di lokasi itu pada Sabtu (1/11/2025).
Dalam 19 minggu penyelenggaraan, SABOAK mencatat perputaran uang mencapai Rp4,1 miliar dengan partisipasi lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setiap akhir pekan, sekitar 200 pelaku usaha bergiliran memamerkan produk unggulannya, mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen lokal.
Serena menegaskan, SABOAK bukan sekadar pasar mingguan, melainkan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif lintas generasi untuk saling belajar, berjejaring, dan berinovasi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi semua kalangan, terutama generasi muda. Mereka adalah calon pengusaha masa depan yang akan menjadi kekuatan baru UMKM di Kota Kupang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang menyerahkan secara simbolis 20 booth UMKM kepada Pemerintah Kota Kupang. Dukungan ini diapresiasi sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi inklusif.
“Terima kasih kepada PT Taspen yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung UMKM. Ini wujud sinergi yang indah dalam membangun ekonomi berkeadilan,” tutur Serena.
Sementara itu Anggota DPRD Kota Kupang, Simon A. Dima, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan Saboak yang saat ini digelar Pemerintah Kota Kupang.
Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Kegiatan Saboak ini sangat baik karena mampu meningkatkan pendapatan dan perputaran ekonomi masyarakat, termasuk UMKM,” ujar Simon kepada wartawan.
Meski begitu, ia berharap pelaksanaan Saboak tidak hanya terbatas pada dua hari dalam sepekan, yakni Sabtu dan Minggu, tetapi bisa diperluas menjadi tiga atau bahkan empat hari.
“Kita minta agar kegiatan Saboak jangan hanya dua hari saja, tetapi tiga sampai empat hari dalam seminggu, sehingga dampak ekonominya semakin besar,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Eben Ndapamerang
menyambut baik usulan tersebut dan mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Saboak.
“Kegiatan Saboak sejak awal memang dirancang untuk mendukung pelaku UMKM lokal. Kami akan mempertimbangkan masukan DPRD untuk menambah hari pelaksanaan agar dampak positifnya semakin luas,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memasarkan produk unggulannya.
“Kegiatan SABOAK sejak awal memang dirancang untuk mendukung pelaku UMKM lokal. Kami akan mempertimbangkan usulan DPRD untuk menambah hari pelaksanaan agar dampak positifnya semakin luas,” jelasnya.
Dengan dukungan lintas sektor, kolaborasi masyarakat, dan semangat inovasi pelaku usaha lokal, SABOAK kini kian kokoh menjadi wajah ekonomi kreatif Kota Kupang tempat di mana ide, usaha, dan semangat gotong royong tumbuh bersama demi kemajuan ekonomi rakyat. (Penulis/ADV)





