Semarak HUT ke-81 RI, PSMTI Kupang Gelar Fun Walk dan Aksi Pungut Sampah

oleh -38 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Fun Walk di Pantai Warna Oesapa Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan. Di Kota Kupang, semangat kemerdekaan juga dirayakan melalui kegiatan yang memadukan olahraga, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Hal tersebut diwujudkan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang melalui Fun Walk 2026 yang digelar di Pantai Warna Oesapa pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan aksi pungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan Pantai Warna Oesapa.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, hadir membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua PSMTI Provinsi NTT Hengky Lianto, Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Thalib, Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Tanjung, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Alvin Ari Wijayanto, Wakil Ketua PSMTI Provinsi NTT Krisantus Fulbertus, serta para peserta Fun Walk.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Kota Kupang yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, Fun Walk tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang persatuan, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Terima kasih dan apresiasi kepada PSMTI Kota Kupang yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Saya kira ini bukan sekadar jalan bersama, tetapi ada pesan persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Christian.

Ia menilai Fun Walk sangat relevan dengan momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, perjalanan bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan panjang yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Bagi saya, kita tidak sekadar berjalan bersama. Bangsa Indonesia ini ada karena sebuah perjalanan panjang perjuangan. Karena itu, kegiatan jalan bersama ini sangat tepat dengan momentum peringatan kemerdekaan,” katanya.

BACA JUGA:  NTT Siap Majukan Ekonomi Lokal Berkat 14 Bandara dan Jaringan Pelabuhan yang Merata

Christian juga melihat keberagaman peserta Fun Walk sebagai gambaran kecil wajah Indonesia. Para peserta datang dari berbagai usia, pekerjaan, suku, marga dan latar belakang, namun tetap dapat berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

“Begitulah bangsa Indonesia seharusnya. Kita datang dari latar belakang yang berbeda, usia berbeda, pekerjaan berbeda, marga berbeda, bahkan langkah kita pun berbeda. Tetapi kita memilih untuk berjalan bersama di jalan yang sama untuk tujuan yang sama,” ungkapnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki identitas yang sama.

“Persatuan itu bukan menjadi sama, tetapi berjalan bersama meskipun berbeda,” tegas Christian yang disambut tepuk tangan peserta.

Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk terus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun jarak, melainkan menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan.

“Keberagaman di Kota Kupang ini tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan. Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi selalu menjadi jembatan. Itulah keberagaman yang ada di Kota Kupang, dan mari kita jaga terus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Christian juga memberikan apresiasi kepada PSMTI dan warga etnis Tionghoa yang selama ini turut berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa Indonesia dibangun oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya satu suku, agama maupun etnis.

“Perjuangan bangsa ini tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk warga etnis Tionghoa. Bangsa ini ada sampai hari ini bukan karena satu suku, satu agama atau satu etnis, tetapi karena banyak suku, banyak agama dan banyak etnis mampu bekerja bersama,” tuturnya.

Christian mengibaratkan keberagaman Kota Kupang seperti sebuah taman yang indah karena memiliki berbagai warna bunga. Hal yang sama, katanya, terlihat pada kain tenun yang menjadi indah karena tersusun dari berbagai warna benang yang dirangkai secara harmonis.

BACA JUGA:  Politisi PSI Kota Kupang Kutuk Tindakan Pengrusakan Saat Retret di Sukabumi, Desak Proses Hukum Tegas

“Taman itu menjadi indah bukan karena satu warna bunga, tetapi karena warna-warni bunga yang ada. Sama seperti pakaian tenun yang kita pakai, terdiri dari berbagai macam benang berwarna, tetapi ketika dirangkai dengan proporsi yang tepat, menjadi harmoni yang sangat indah. Itulah Kota Kupang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa persaudaraan tidak harus dibangun berdasarkan kesamaan identitas.

“Kita tidak perlu memiliki identitas yang sama untuk menjadi saudara. Kita tidak perlu memiliki marga yang sama untuk saling menjaga. Dan kita tidak perlu memiliki agama yang sama untuk saling menghormati,” katanya.

Sementara itu, aksi pungut sampah yang menjadi bagian dari rangkaian Fun Walk mendapat perhatian khusus. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian peserta terhadap kebersihan lingkungan.

Christian menilai mencintai Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol dan seremoni kemerdekaan. Semangat tersebut juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga ruang hidup bersama.

Aksi pungut sampah di kawasan Pantai Warna Oesapa sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Tanjung menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Fun Walk 2026.

Menurut Deddy, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, keberagaman dan semangat gotong royong masyarakat.

“Ini adalah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujar Deddy.

Ia menambahkan, aksi pungut sampah merupakan bentuk kepedulian PSMTI terhadap lingkungan, khususnya kawasan Pantai Warna Oesapa.

Melalui kegiatan tersebut, PSMTI Kota Kupang berharap semangat kemerdekaan dapat terus diwujudkan melalui kegiatan positif yang mempererat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (Penulis/ADV)

BACA JUGA:  Kota Kupang Fokus Kembangkan Wirausaha Muda Melalui Intensive Lab Startup Acceleration 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.