Kota Kupang Fokus Kembangkan Wirausaha Muda Melalui Intensive Lab Startup Acceleration 2025

oleh -698 Dilihat
Wawali Hadiri Kegiatan Intensive Lab Startup Acceleration 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Intensive Lab Startup Acceleration 2025 yang berlangsung di Hotel Kristal, Kota Kupang pada Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan mempercepat pertumbuhan startup, khususnya di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Acara ini dihadiri Kepala Bidang Digitalisasi Wirausaha dan Usaha Rintisan Kementerian Koperasi dan UKM, Prima Rahardjo; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dr. Jusuf Lery Rupidara; para mentor nasional seperti Dr. Wisnu Sakti Dewobroto dan Ferie Budiansyah; serta para narasumber dan peserta Intensive Lab dari program RUPANCE.

Dalam sambutannya, Wawali Serena menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyebut program ini sebagai langkah penting dalam memperkuat kewirausahaan lokal dan membangun ekosistem startup yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Kupang.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UMKM, para mentor, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian merupakan bentuk nyata dukungan terhadap penguatan kewirausahaan, khususnya di NTT dan Kota Kupang,” ujar Serena.

Serena juga menyoroti fakta bahwa meski Indonesia merupakan salah satu pusat pertumbuhan startup di Asia Tenggara, masih banyak tantangan yang dihadapi, termasuk di Kupang. Menurutnya, sekitar 90 persen startup gagal dalam lima tahun pertama, terutama karena kesulitan menemukan product-market fit, akses pendanaan, dan lemahnya jejaring bisnis.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya startup. Pada kesempatan itu, Serena juga memperkenalkan Saboak Kupang, program pasar mingguan di Taman Nostalgia yang telah memberdayakan lebih dari 200 UMKM lokal dengan omzet kumulatif hampir Rp2 miliar hanya dalam 12 minggu.

Saboak Kupang adalah bukti nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal sekaligus menjadi destinasi kota. Kami berharap inisiatif seperti ini dapat terintegrasi dengan program-program strategis seperti Intensive Lab,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Serena secara resmi membuka kegiatan Intensive Lab Startup Acceleration 2025. “Selamat berproses, selamat berjejaring, dan selamat menemukan usaha-usaha baru yang akan menjadi kebanggaan kita semua, khususnya di Kota Kupang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Digitalisasi Wirausaha dan Usaha Rintisan Kementerian Koperasi dan UKM, Prima Rahardjo, menjelaskan bahwa program Startup Acceleration 2025 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Deputi Kewirausahaan yang bertujuan meningkatkan kesiapan startup dalam memasuki pasar nasional dan internasional.

“Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang validasi pasar, model bisnis berkelanjutan, strategi pertumbuhan, branding, inovasi, dan yang terpenting, akses jejaring industri dan investor strategis,” jelas Prima.

Ia menambahkan, tantangan besar di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur—yakni keterbatasan akses pasar, pendanaan, dan infrastruktur digital—dapat diatasi dengan pendekatan seperti Intensive Lab yang intensif, aplikatif, dan berbasis kolaborasi.

Acara Intensive Lab ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya startup-startup baru yang inovatif, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Kupang dan NTT secara umum. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.