Serena Francis: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Tapi Penopang Mental Anak

oleh -56 Dilihat
Wawali Kupang Pimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 pada Senin, 29 Juni 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa peran ayah dalam keluarga tidak hanya sebatas sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai penopang utama dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental anak.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Senin (29/6/26).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Dalam kesempatan itu, Serena membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji.

Ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Tema Harganas tahun ini, “Ayah Wajib Hadir”, menjadi pengingat pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Menurut Serena, masih banyak ayah yang menganggap tugasnya telah selesai setelah memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Padahal, anak-anak membutuhkan kehadiran yang lebih dari sekadar materi.

“Untuk membentuk karakter anak-anak kita di rumah, tidak semuanya dari ibu saja. Saat ini banyak anak mengalami fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi tidak secara emosional atau psikologis,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa kedekatan emosional antara ayah dan anak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepercayaan diri, karakter, serta ketahanan mental anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Karena itu, Serena mengajak para ayah di Kota Kupang untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak, meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, serta menjadi pendengar yang baik bagi setiap persoalan yang dihadapi anak-anak.

“Tanya mereka ingin menjadi apa, apa yang mereka rasakan setiap hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Hal ini penting agar anak-anak kita tumbuh dengan mental yang kuat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Alor Usul Festival Olang Mangsari Masuk Kurikulum Lokal

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keluarga yang kuat merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai persoalan sosial seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga dampak negatif penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali.

Dalam sambutan Menteri yang dibacakannya, juga ditekankan pentingnya memperkuat tiga pilar ketahanan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan penurunan stunting, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter di rumah, serta pengawasan penggunaan gawai oleh anak.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan sejumlah penghargaan kepada individu dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan keluarga. Penghargaan Ayah Teladan diberikan kepada ASN Kota Kupang, Viktor Alexander Makoni.

Selain itu, Kelurahan Naikoten 1 ditetapkan sebagai Kampung KB Terbaik, Puskesmas Oepoi sebagai Fasilitas Kesehatan dengan Layanan KB Terbanyak, serta Ibu Ochi Dara sebagai Kader KB Teraktif.

Peringatan Harganas ke-33 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga, khususnya kehadiran ayah, dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing di masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.