Suarantt.id, Kefamenanu-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan panen cabai bersama siswa, guru, dan Romo Kepala Sekolah di SMKS Katolik St. Pius X Insana pada Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat pendidikan vokasi yang memadukan moral, karakter, dan keterampilan praktis.
Dengan semangat “SMK Bisa, SMK Hebat, Vokasi Kuat, Menguatkan Indonesia,” Gubernur turut memanen cabai di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Goa Bitaoni, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU. Suasana berlangsung meriah dan penuh antusias, melibatkan siswa-siswi serta para guru dari sekolah berasrama tersebut.
Turut hadir mendampingi Gubernur antara lain Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lery Rupidara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT Alfonsius Theodorus, Sekretaris BPBD Johanes Takadosi, serta Plt. Kepala Bapenda NTT Johny Ericson Ataupah.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa SMKS Katolik St. Pius X Insana merupakan contoh nyata pendidikan vokasi unggul di NTT. Ia menilai sekolah tersebut berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan integritas, serta mampu mengolah potensi lokal secara produktif.
“Anak-anak didik di sini tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman langsung dalam pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian. Lulusan dari sini siap bekerja bahkan mampu membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi penerapan konsep One School One Product (OSOP) di sekolah tersebut. Sebagai bentuk dukungan konkret, ia membeli produk hasil karya siswa berupa sambal cabai senilai Rp850 ribu dan cabai mentah Rp400 ribu.
Sementara itu, Romo Kepala Sekolah, Diki Mau Leto, menjelaskan bahwa SMKS Katolik St. Pius X Insana memiliki enam program keahlian, yakni peternakan unggas, agribisnis ruminansia, teknik agritik, teknologi pengolahan hasil pertanian, desain dan produksi busana, serta teknik sepeda motor. Pada tahun ajaran ini, jurusan teknik sepeda motor juga membuka satu kelas baru. Sekolah berasrama tersebut saat ini didukung oleh 40 tenaga kependidikan, termasuk empat imam senior.
Namun demikian, pihak sekolah masih menghadapi tantangan terkait ketersediaan air bersih bagi para siswa. Sumur bor yang ada dinilai belum mencukupi kebutuhan sepanjang tahun.
“Kami berharap adanya dukungan pembangunan sumur bor dengan kedalaman 120 meter serta fasilitas laboratorium pengunggasan agar proses pembelajaran semakin optimal,” ungkap Romo Diki.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki memastikan pemerintah provinsi akan memberikan bantuan sumur bor dan pembangunan laboratorium pengunggasan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pendidikan vokasi di seluruh wilayah NTT.
Menurutnya, SMKS Katolik St. Pius X Insana layak menjadi model pendidikan vokasi karena mampu menyiapkan siswa secara menyeluruh baik secara intelektual, moral, maupun keterampilan praktis.
“Sekolah ini menyiapkan anak-anak menjadi pribadi mandiri, siap kerja, dan mampu mengelola potensi daerah dengan baik,” tegasnya.
Kunjungan Gubernur ini tidak hanya memberikan motivasi bagi siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, kesejahteraan siswa asrama, serta penguatan ekonomi lokal berbasis keterampilan. ***







