STIKES Nusantara Siap Dukung Program Nasional, Zulkifli Hasan: Ahli Gizi Sangat Dibutuhkan

oleh -175 Dilihat
Menteri Koordinator (Menko) Pangan RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan Beri Kuliah Umum kepada Mahasiswa STIKES Nusantara Kupang di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 15 Mei 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Menteri Koordinator (Menko) Pangan RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa tenaga ahli gizi saat ini menjadi salah satu profesi yang paling dibutuhkan dalam mendukung program nasional, khususnya program makan bergizi gratis.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STIKES Nusantara Kupang di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT pada Jumat (15/5/2026).

Menurut Zulkifli, pemerintah tengah fokus memperkuat fondasi pembangunan melalui swasembada pangan yang kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Setelah pangan tercukupi, kebijakan berikut adalah makan bergizi gratis. Ini bukan sekadar makan, tetapi menyangkut kualitas gizi dan SDM ke depan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan tenaga ahli gizi saat ini sangat tinggi seiring pengembangan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

“Sekarang yang paling laris adalah ahli gizi karena ada 30 ribu SPPG. Jadi lulusan STIKES Nusantara ini sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Zulkifli juga menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi SDM yang baik untuk mendukung program tersebut.
“NTT punya SDM yang unggul. Mungkin karena kebiasaan makan ikan, jadi pintar-pintar,” katanya yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua STIKES Nusantara Kupang, Albert Yunander Tulle, menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung program nasional di bidang pangan dan gizi.

Dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

“Program makan bergizi gratis ini bukan program biasa, tetapi program besar untuk menyelamatkan masa depan generasi kita,” ujarnya.

Albert juga menyebutkan bahwa STIKES Nusantara saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di NTT yang memiliki jurusan gizi.

BACA JUGA:  Komisi III DPRD NTT Soroti Manajemen dan Pengelolaan PT Flobamor Usai PHK Massal ABK

“Kami siap menjadi bagian dari perjuangan bangsa. NTT masih sangat membutuhkan tenaga ahli gizi, terutama di daerah-daerah,” katanya.

Ia menambahkan, sebanyak 80 alumni STIKES Nusantara telah terlibat aktif dalam berbagai program pelayanan gizi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kontribusi generasi muda sangat penting untuk membangun daerah.
“NTT membutuhkan anak-anak muda yang mau kembali dan membangun daerahnya sendiri. Jika daerah kuat, maka program nasional juga akan berhasil hingga ke pelosok,” pungkasnya.

Zulkifli menambahkan, pembangunan Indonesia maju hanya dapat terwujud jika didukung oleh SDM unggul yang ditopang pendidikan dan pemenuhan gizi yang baik.

“Kalau SDM kita hebat, maka Indonesia akan maju. Semua program pembangunan akan berhasil jika ditopang oleh kualitas manusia yang baik,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.