Suasana Sakral di Pura Manik Segara, Melasti Jadi Awal Rangkaian Nyepi 1948 Saka di Kupang

oleh -1183 Dilihat
Suasana Sakral Menyelimuti Pura Manik Segara Oebananta Kota Kupang Saat Ribuan Umat Hindu mengikuti upacara Melasti sebagai Perayaan Nyepi 1948 Tahun Saka 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Suasana sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti pesisir Oebananta, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, pada Senin (16/3/2026) sore.

Ribuan umat Hindu dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang memadati Pura Manik Segara Oebananta untuk melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sejak pukul 15.00 WITA, iring-iringan umat mulai berdatangan dengan membawa berbagai Pralingga dan Tapakan, simbol suci manifestasi Tuhan, dari sejumlah pura. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi alunan gamelan gong dari sekehe Sentana Satya Budaya, sekehe demen, serta tabuhan bleganjur Tri Datu yang menambah nuansa religius sepanjang perjalanan menuju lokasi upacara.

Deburan ombak Teluk Kupang menjadi saksi pelaksanaan ritual penyucian yang sarat makna. Dalam upacara Melasti, umat Hindu melakukan penyucian diri (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung) dengan menggunakan air suci kehidupan (tirta amerta) yang diambil dari laut.

Ketua Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi 2026 PHDI Kota Kupang, I Wayan Gede Astawa, menjelaskan bahwa Melasti merupakan tahapan penting dalam menyucikan segala bentuk kekotoran, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki Tahun Baru Saka.

Perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema nasional “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”, yang menekankan pentingnya persaudaraan universal, harmoni, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Tokoh umat Hindu Kupang, Rary Triguntara, menyebut tema tersebut sebagai pengingat bahwa seluruh umat manusia hidup di bawah satu langit yang sama. “Ini adalah panggilan moral agar kita saling menjaga, menghormati, dan hidup dalam harmoni sebagai satu keluarga besar,” ujarnya di sela-sela prosesi.

Pelaksanaan Melasti berlangsung aman dan tertib berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya Satpol PP Kota Kupang, Dinas Perhubungan, Karang Taruna, pemuda lintas agama, serta Pecalang Banjar Dharma Agung yang mengatur jalur menuju kawasan Oeba Fatubesi.

BACA JUGA:  Sambut Nyepi Caka 1948, PHDI Kota Kupang Gelar Donor Darah

Rangkaian perayaan Nyepi akan berlanjut pada 18 Maret 2026 dengan pelaksanaan Tawur Kesanga, yang diikuti pawai ogoh-ogoh di Jalan El Tari, Kupang. Prosesi ini bertujuan menetralisir kekuatan negatif agar alam semesta kembali seimbang sebelum memasuki puncak Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026.

Pada hari Nyepi, umat Hindu akan menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bepergian, tidak bekerja, dan tidak menikmati hiburan. Momentum ini menjadi waktu refleksi diri untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan menata niat menuju kehidupan yang lebih baik.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Tri Hita Karana harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam perayaan Nyepi di Kupang diharapkan membawa kedamaian, keseimbangan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.