Turun Langsung ke Lapangan, Kasatker BBWS NTT II Segera Tuntaskan Tanggul Linamnutu Usai Dihantam Banjir

oleh -92 Dilihat
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS NTT II, Nahason Harianja Bersama Rombongan Tinjau Bendung Linamnutu di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, So’e-Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS NTT II, Nahason Harianja, turun langsung meninjau kondisi Bendung Linamnutu di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Sabtu (8/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nahason menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan perbaikan tanggul yang terputus akibat banjir dan longsor. Panjang tanggul yang rusak mencapai sekitar 400 meter dan sekaligus berfungsi sebagai akses jalan desa.

“Saya tidak pernah bekerja setengah hati untuk pembangunan di NTT. Saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil dan percepatan penanganan. Selama tidak sakit, saya pasti turun,” tegas Nahason.

Ia memastikan, perbaikan tanggul akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Pekerjaan direncanakan dimulai pekan depan dan dilakukan secara swakelola guna mempercepat proses penanganan.

“Kondisi keuangan negara saat ini memang menuntut efisiensi, sementara banyak program harus berjalan. Kalau ditender, prosesnya akan lebih lama. Karena itu kita pilih swakelola agar bisa cepat dikerjakan. Prinsipnya, kita cari, kerja, dan tuntaskan,” ujarnya.

Langkah cepat ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sekretaris Desa Linamnutu, Yacob Yesaya Longgo, mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul sudah lama dikeluhkan warga, bahkan telah diperjuangkan melalui surat dan audiensi sejak dua tahun terakhir.

“Hari ini kami bersyukur karena pemerintah sudah turun langsung ke lokasi. Ini harapan besar bagi masyarakat, terutama petani yang sangat bergantung pada irigasi ini,” kata Yacob.

Ia berharap pengerjaan dapat segera direalisasikan sebelum memasuki puncak musim hujan agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.

Perbaikan tanggul ini dinilai sangat mendesak karena tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur irigasi, tetapi juga menyangkut akses transportasi warga serta keberlangsungan sektor pertanian di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Dukung Perayaan Nyepi Tahun Caka 1947 sebagai Wadah Kerukunan dan Promosi Budaya Hindu

Dengan turun langsungnya Kasatker BBWS NTT II ke lapangan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar janji percepatan penanganan benar-benar terealisasi dalam waktu dekat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.