Urus NIB Sambil Menikmati Malam Minggu: MPP Kupang Jemput UMKM di Tengah Riuh Saboak

oleh -890 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Buka Acara SABOAK di Taman Nostalgia. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Di bawah temaram lampu Taman Nostalgia, Sabtu (22/11/2025) malam, geliat Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) terasa lebih ramai dari biasanya. Deretan tenda kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif memadati area pasar malam yang menjadi favorit warga Kota Kupang setiap akhir pekan. Namun malam itu, ada sesuatu yang berbeda. Di antara hiruk-pikuk jualan dan alunan musik, berdiri satu tenda layanan publik yang langsung menyita perhatian para pelaku UMKM.

Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang hadir dengan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis. Bagi banyak pelaku usaha, malam Minggu bukan lagi sekadar momen untuk berdagang atau berlibur, tetapi kesempatan untuk mendapatkan legalitas usaha tanpa harus meninggalkan lapak atau menunggu waktu kerja kantor.

“Kami sengaja hadir tepat di pusat aktivitas ekonomi warga,” tutur Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, sambil sesekali menyapa warga yang melintas. “Pulang dari Saboak bukan hanya membawa hasil jualan atau belanjaan, tapi usaha juga sudah resmi.”

Di tenda pelayanan itu, prosesnya sederhana dan cepat. Pelaku usaha hanya perlu membawa KTP dan memiliki nomor WhatsApp aktif. Dalam hitungan menit, NIB langsung terbit. Tak sedikit penjual makanan, aksesoris, maupun kerajinan yang mengaku baru kali ini mengurus legalitas usaha tanpa harus mengorbankan waktu jualan.

“Saya kira sulit dan ribet, tapi ternyata cepat sekali,” ujar Ani, salah satu pelaku UMKM kuliner yang malam itu langsung mengurus NIB setelah bertahun-tahun berjualan tanpa izin resmi. “Senang sekali bisa langsung punya NIB tanpa harus tinggalkan tempat jualan.”

Kehadiran Dinas Penanaman Modal dan PTSP pada kegiatan bertajuk “MPP Hadir di Saboak” ini bukan hanya soal memudahkan layanan, tetapi juga membuka ruang yang lebih inklusif bagi percepatan ekonomi masyarakat. Legalitas usaha memberi perlindungan hukum dan peluang akses pembiayaan, sekaligus menjadi pintu menuju berbagai program pemerintah.

BACA JUGA:  Kualitas Pendidikan NTT Jadi PR Besar, Gubernur Minta Cara Baru Tingkatkan Mutu

Tak hanya pelayanan NIB, area Saboak pun disulap menjadi ruang layanan terpadu yang ramah bagi semua pengunjung. Kementerian Agama Provinsi NTT menyediakan pendaftaran sertifikasi halal Self Declare dan konsultasi halal bagi UMK. Di sisi lain, warga yang ingin menunaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor bisa melakukannya tanpa harus antre di kantor Samsat, berkat kehadiran layanan Jasa Raharja.

Menambah semarak suasana, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT membawa mobil perpustakaan keliling yang menjadi magnet bagi anak-anak dan keluarga. Sementara itu, teman-teman dari Pertuni NTT menghadirkan hiburan musik sambil memamerkan produk UMKM disabilitas membuktikan bahwa ekonomi kreatif di Kupang bergerak tanpa batas.

Malam Minggu di Saboak kali ini bukan hanya tentang transaksi jual beli, tetapi tentang bagaimana pelayanan publik bisa hadir lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih relevan dengan ritme kehidupan warga. Di antara tenda-tenda yang menjajakan cita rasa lokal, ada juga tenda yang menghadirkan masa depan lebih pasti bagi pelaku UMKM.

Dan bagi banyak pedagang, malam itu menjadi bukti bahwa pemerintah bisa hadir tepat di tempat mereka mencari nafkah—tanpa jarak, tanpa birokrasi yang menakutkan. Hanya langkah kecil ke tenda MPP, dan segalanya menjadi lebih resmi, lebih terlindungi, dan lebih menjanjikan. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.