Wagub Johni Asadoma Ajak Keluarga Besar SMAN 1 Kupang Perkuat Kolaborasi, Cetak Generasi Muda NTT Berkarakter dan Berdaya Saing

oleh -66 Dilihat
Wagub NTT Johni Asadoma Hadiri Ultah ke-76 SMAN 1 Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Kupang untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, disiplin, dan berdaya saing. Menurutnya, masa depan NTT sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan melalui dunia pendidikan sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan Wagub Johni saat membuka kegiatan Jalan Sehat dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 SMAN 1 Kupang, Sabtu (7/11/2026) pagi.

Mengusung tema “Sehat Bersama, Pererat Silaturahmi”, kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Alumni SMAN 1 Kupang ini melibatkan alumni lintas generasi, para guru, tenaga kependidikan, siswa, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Alexon Lumba, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Doris Rihi, serta Kepala SMAN 1 Kupang Marselina Tua. Puncak peringatan HUT ke-76 SMAN 1 Kupang dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026.

Dalam sambutannya, Johni menyampaikan ucapan selamat menyongsong HUT ke-76 kepada seluruh keluarga besar SMAN 1 Kupang. Ia menegaskan, momentum perjalanan panjang sekolah tersebut harus menjadi kesempatan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperkuat kontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Menurut Johni, kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan. Tubuh yang sehat memungkinkan seseorang belajar dengan baik, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Jalan sehat hari ini bukan sekadar aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan pola hidup sehat,” ungkapnya.

Secara khusus, Johni memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Kupang yang selama ini telah mendedikasikan diri dalam mendidik dan membimbing generasi muda NTT.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena: Kopdes Merah Putih Jadi Tonggak Kebangkitan Ekonomi Desa

Ia mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kerja keras.

“Usia 76 tahun menjadi momentum untuk terus berinovasi, tidak lelah mengabdi, dan tidak pernah kehilangan semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Masa depan NTT sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang kita persiapkan hari ini,” tegas Johni.

Ia berharap SMAN 1 Kupang tidak hanya dikenal sebagai sekolah yang melahirkan peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berintegritas, kreatif, disiplin, memiliki kepedulian sosial, serta mempunyai semangat untuk terus belajar dan berkembang.

Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Pendidikan

Lebih lanjut, Johni menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah dan para guru. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, alumni, pemerintah, dan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan potensi peserta didik.

Pada kesempatan itu, Johni juga menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan lomba cerdas cermat antarsekolah menengah atas se-NTT. Ia menyebut kompetisi tersebut sebagai kesempatan bagi para pelajar untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan daya saing di tingkat provinsi.

SMAN 1 Kupang, meskipun tidak lolos melalui jalur seleksi tingkat Kota Kupang karena posisi juara diraih SMAN 3 Kupang, tetap memperoleh kesempatan mengikuti kompetisi melalui jalur wildcard karena menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba.

Johni meminta kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal dengan persiapan yang matang. Ia juga mengharapkan para guru memberikan pendampingan dan bimbingan terbaik agar para siswa mampu menunjukkan kemampuan dan meraih hasil membanggakan.

BACA JUGA:  Wagub NTT Tutup Piala Tidar U-10 dan U-12, Dorong Lahirnya Bibit Pesepak Bola Muda Berprestasi

Johni Ingatkan Siswa Jangan Terbiasa Malas

Di hadapan para siswa, Johni memberikan pesan tegas agar generasi muda tidak membangun kebiasaan malas sejak dini. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan masa depan membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, ketekunan, dan kerja keras.

“Kalau dari awal kita terbiasa malas, ke depan hidup akan menjadi sulit. Tetapi kalau sejak muda kita sudah terbiasa bekerja keras, tekun, dan rajin belajar, maka masa depan akan lebih baik dan cerah,” pesannya.

Ia juga meminta para siswa menjadikan keberhasilan para alumni SMAN 1 Kupang yang telah menduduki berbagai jabatan strategis, baik di pemerintahan maupun dunia swasta, sebagai inspirasi untuk memperjuangkan cita-cita.

Selain prestasi akademik, Johni menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif, membangun adab, empati, rasa hormat, dan sikap saling menghargai, terutama kepada guru dan orang tua.

Ia turut mendorong para siswa agar berani menyampaikan ide, pendapat, dan gagasan. Menurutnya, keberanian mengemukakan pemikiran merupakan salah satu cara untuk menggali dan mengembangkan potensi diri.

“Jangan takut menyampaikan ide dan pendapat. Kalau kita takut, kemampuan dan potensi yang kita miliki akan tetap terpendam. Karena itu, teruslah belajar dan berani menunjukkan kemampuan diri,” tegasnya.

Usai membuka kegiatan, Wagub Johni turut mengikuti jalan sehat bersama para alumni, guru, dan siswa SMAN 1 Kupang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama sebagai bentuk kebersamaan sekaligus ajakan membudayakan pola hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Momentum HUT ke-76 SMAN 1 Kupang diharapkan tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan lintas generasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara alumni, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda NTT yang sehat, berkarakter, disiplin, berintegritas, dan mampu bersaing menghadapi tantangan masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.