Wagub Johni Tantang Kelompok UMKM Desa Manmas Tingkatkan Produksi dan Perluas Pasar

oleh -35 Dilihat
Wagub NTT Johni Asadoma Hadiri Kegiatan Intervensi Perangkat Daerah dan Penyerahan Bantuan kepada Masyarakat di Desa Manmas pada Rabu, 28 Oktober 2026 sore. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mendorong kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Manmas, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Johni menegaskan, program intervensi desa yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi NTT tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan penyerahan bantuan. Program tersebut harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan Wagub Johni saat menghadiri kegiatan Intervensi Perangkat Daerah dan Penyerahan Bantuan kepada Masyarakat di Desa Manmas, Rabu (28/10/2026) sore. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT sebagai perangkat daerah penanggung jawab.

Di hadapan masyarakat dan kelompok penerima manfaat, Johni mengingatkan bahwa keberhasilan program pemerintah harus diukur berdasarkan hasil nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata jumlah bantuan yang telah disalurkan.

“Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi pertemuan seremonial, tidak boleh berakhir pada penyerahan bantuan, dan tidak boleh selesai ketika tenda kegiatan dibongkar. Kegiatan ini harus menjadi awal dari bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Johni.

Menurutnya, program intervensi desa merupakan bagian dari komitmen Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma untuk mempercepat pembangunan desa melalui program Dasa Cita Ayo Bangun NTT, khususnya Dasa Cita 1, yakni Dari Ladang dan Laut ke Pasar: Efisien, Modern dan Aman.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat desa dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Karena itu, bantuan pemerintah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, memperkuat kemampuan usaha, memperluas pasar, dan mendorong perputaran ekonomi di wilayah setempat.

“Ekonomi masyarakat tidak hidup hanya karena uang dibelanjakan. Ekonomi masyarakat hidup ketika uang terus berputar, usaha bertumbuh, produk terjual, dan semakin banyak keluarga memperoleh penghasilan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Resmikan Koperasi Merah Putih Oepura, Dorong Ekonomi Inklusif dan Berbasis Gotong Royong

Dorong Potensi Lokal Jadi Produk Unggulan

Johni menilai Desa Manmas memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa, terutama pengolahan emping, tepung umbi-umbian, dan minyak kemiri.

Potensi tersebut, katanya, harus dikelola secara lebih serius agar tidak hanya menghasilkan produk dalam skala sederhana, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang memiliki kualitas, daya saing, dan nilai jual lebih tinggi.

Ia mendorong penerapan pendekatan One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan produk unggulan berdasarkan potensi dan kemampuan masyarakat di setiap desa.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah dan diminati konsumen.

“Desa Manmas memiliki potensi yang harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi. Emping, tepung umbi-umbian, dan minyak kemiri harus dikembangkan agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang berkualitas dan diminati pasar,” jelasnya.

Johni juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memastikan hasil produksi memenuhi kebutuhan konsumen dan standar pasar.

Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan perluasan pemasaran. Tanpa akses pasar yang memadai, produk yang dihasilkan kelompok usaha berisiko sulit berkembang dan tidak memberikan peningkatan pendapatan secara optimal.

Karena itu, ia meminta perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Alor, pelaku usaha, perbankan, dan mitra pembangunan untuk berkolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM Desa Manmas.

Johni turut mendorong pemanfaatan NTT Mart dan Dekranasda sebagai bagian dari upaya pembinaan dan perluasan akses pasar bagi produk lokal.

“Kita punya NTT Mart dan Dekranasda yang dapat membina dan pada akhirnya ikut menyediakan pasar bagi kelompok usaha di Desa Manmas ini. Karena itu, masyarakat jangan dibiarkan bekerja sendiri. Kita harus membantu mereka meningkatkan produksi sekaligus menghubungkan produk mereka dengan pasar,” katanya.

BACA JUGA:  Komisi V DPRD NTT Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Pramuka di Sekolah

Lima Kelompok Terima Peralatan Produksi

Dalam kegiatan tersebut, bantuan peralatan produksi diserahkan kepada lima kelompok penerima manfaat untuk mendukung pengembangan usaha berbasis pengolahan hasil pertanian.

Bantuan yang diberikan meliputi mesin potong keripik, mesin giling gandeng, mesin pres minyak kemiri, wajan stainless berukuran besar, loyang, oven besar, kompor Hock, drum PVC, baskom stainless, papan iris, sutil besar, toples kaca, blender, serta timbangan elektronik.

Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki proses pengolahan, menjaga kualitas produk, dan membantu kelompok usaha menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih baik.

Namun, Johni mengingatkan bahwa bantuan tersebut harus digunakan secara produktif dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.

“Bantuan yang baik bukanlah bantuan yang habis digunakan, melainkan bantuan yang terus bekerja, menghasilkan produk, menambah pendapatan, dan membuka kesempatan bagi orang lain,” tegasnya.

Ia meminta Bapperida Provinsi NTT, Pemerintah Desa Manmas, dan perangkat daerah terkait memastikan adanya pendampingan serta pemantauan secara berkelanjutan.

Pendampingan itu diperlukan agar peralatan yang disalurkan benar-benar digunakan, produksi berjalan konsisten, kualitas produk meningkat, dan pemasaran berkembang.

Johni menegaskan, pemerintah tidak ingin bantuan hanya tercatat dalam laporan administrasi, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Pendampingan UMKM Berlanjut hingga Pemasaran

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Bapperida Provinsi NTT, Johni Paut, mengatakan program intervensi desa di Manmas akan dilanjutkan dengan pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis bagi kelompok penerima manfaat.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan produksi, kemampuan mengoperasikan peralatan, kualitas pengemasan, serta hilirisasi potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

Dengan demikian, kelompok usaha tidak hanya memperoleh bantuan peralatan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola usaha secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk di luar daerah.

Kepala Desa Manmas, Robinzon Asadama, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas pelaksanaan program intervensi desa tersebut.

BACA JUGA:  Dua Tahun Berturut, Kota Kupang Pertahankan Gelar TP2DD Terbaik Nusampua

Ia berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi UMKM dan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Desa Manmas juga akan mendorong kelompok penerima manfaat agar menggunakan dan merawat peralatan yang tersedia sehingga bantuan tersebut memberikan manfaat jangka panjang.

Masyarakat Sampaikan Aspirasi Pembangunan

Selain membahas pengembangan ekonomi desa, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan dialog antara Wakil Gubernur NTT, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, dan masyarakat Desa Manmas.

Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan, antara lain perbaikan akses jalan untuk mendukung mobilitas warga dan kelancaran aktivitas ekonomi.

Masyarakat juga mengusulkan pengadaan meja dan kursi bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Desa Manmas karena sebagian fasilitas yang tersedia dinilai sudah tidak layak digunakan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Alor meminta Pemerintah Desa Manmas mendata dan menginventarisasi berbagai kebutuhan masyarakat, baik di bidang infrastruktur maupun fasilitas pendidikan.

Usulan tersebut selanjutnya akan disampaikan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah untuk dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan.

Menutup arahannya, Johni menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap kelompok UMKM Desa Manmas mampu meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, membuka peluang kerja baru, dan menjadikan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi keluarga.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, kelompok UMKM mampu naik kelas, tercipta lapangan pekerjaan baru, serta produk Desa Manmas semakin dikenal. Mari kita jadikan Desa Manmas sebagai desa contoh bagaimana pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja bersama mengubah potensi menjadi harapan nyata,” pungkasnya.

Melalui program intervensi desa, Pemerintah Provinsi NTT berharap pengembangan produk unggulan, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan desa melalui semangat Ayo Bangun NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.