Wagub NTT Pimpin Pertemuan Lintas Sektor, Siapkan Deklarasi Damai untuk Hentikan Konflik di Alor

oleh -90 Dilihat
Wagub NTT Pimpin Rapat Deklarasi Damai di Alor pada Senin, 22 Juni 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, memimpin pertemuan intensif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala sekolah, serta perwakilan siswa se-Kabupaten Alor di Kalabahi, Senin (22/6/2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah taktis pemerintah dalam mempersiapkan Deklarasi Damai guna memperkuat persatuan dan menghentikan konflik sosial yang belakangan ini terjadi di Kabupaten Alor.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa deklarasi damai ini merupakan respons konkret pemerintah terhadap situasi yang memicu rasa tidak aman di tengah masyarakat. Ia menilai konflik yang terjadi tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga berdampak besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Alor adalah salah satu destinasi unggulan pariwisata NTT. Citra daerah yang aman, damai, dan nyaman harus kita jaga bersama agar wisatawan terus datang. Ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah,” ujar Johni Asadoma.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran daerah yang terserap untuk penanganan konflik. Menurutnya, dana tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Wagub mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersinergi dalam membina moral dan karakter generasi muda. Ia menekankan pentingnya disiplin di lingkungan pendidikan.

“Sekolah harus tegas menegakkan disiplin. Pembinaan dilakukan dengan kasih sayang, namun pelanggaran berat harus ditindak secara tepat agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Wagub juga meminta lembaga keagamaan dan komunitas masyarakat untuk aktif menyuarakan pesan damai serta menghidupkan kembali slogan daerah, “Alor: Alamnya Lestari, Orangnya Ramah”.

Pertemuan tersebut turut menjaring berbagai masukan strategis dari lintas sektor guna memastikan gerakan deklarasi damai tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak nyata.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Tekankan Kolaborasi dan Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Global

Dari unsur TNI dan Polri, diusulkan agar pasca-deklarasi diisi dengan kegiatan produktif seperti olahraga pelajar, lomba antar-desa, serta penyediaan ruang kreativitas bagi generasi muda. Edukasi bijak bermedia sosial di sekolah, pelibatan kepala desa di wilayah rawan, hingga pencanangan program Kampung Aman juga menjadi perhatian.

Sementara itu, pihak Kejaksaan dan Kementerian Agama menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam penegakan disiplin sekolah, sosialisasi hukum, serta penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan.

Dari kalangan pendidikan, Kepala SMKN 1 dan SMAN 3 Kalabahi mengusulkan pembentukan rumah singgah bagi anak-anak bermasalah, pembukaan balai latihan kerja, pengaktifan kembali gerakan jam belajar masyarakat, hingga pelatihan pemanfaatan potensi lokal seperti bambu.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengendalikan konflik sosial yang terjadi.

“Seluruh Aparatur Sipil Negara harus menjadi teladan dalam menjaga kedamaian. Kami juga berharap insan pers turut membangun citra positif Alor melalui pemberitaan yang edukatif,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Wakil Gubernur NTT mengapresiasi seluruh pihak atas kontribusi pemikiran yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan deklarasi damai sangat bergantung pada kolaborasi nyata semua elemen masyarakat.

“Kita membutuhkan kerja sama semua pihak agar deklarasi damai berjalan sukses dan tidak ada lagi perang antar-kampung di Alor. Sebagai bentuk komitmen, saya akan turun langsung ke beberapa titik konflik untuk berdialog dan menemui masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.