Wagub NTT Tinjau Banjir Bandang Nagekeo: Lima Warga Meninggal, Ratusan Mengungsi

oleh -1078 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Bupati dan Wabup Nagekeo Tinjau Lokasi Banjir Bandang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Nagekeo-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (13/9/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak, kerusakan infrastruktur, dan merumuskan langkah tanggap darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Bencana yang terjadi pada 7-9 September 2025 ini menimbulkan kerusakan parah. Berdasarkan peninjauan Wakil Gubernur, tercatat 27 unit bangunan irigasi hancur, 24 titik ruas jalan sepanjang 57 km rusak berat, serta 7 jembatan utama tidak dapat dilalui. Selain itu, 40 rumah warga hilang terbawa arus, 17 rumah rusak berat, dan 48 rumah mengalami kerusakan ringan.

Korban Jiwa dan Pengungsi

Data sementara mencatat lima orang meninggal dunia, tiga orang masih dinyatakan hilang, 16 orang mengalami luka-luka, dan 747 kepala keluarga mengungsi secara mandiri di rumah kerabat. Pemerintah menyatakan data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Langkah Penanganan

Pemerintah melalui BPBD dan Kementerian Sosial telah mendirikan tenda darurat, dapur umum, serta menyalurkan beras dan makanan siap saji. Sementara itu, PUPR, TNI, Polri, dan instansi terkait bekerja keras membuka akses jalan dan jembatan yang terputus agar bantuan bisa menjangkau desa-desa yang sebelumnya terisolasi.

“Pemerintah daerah NTT ikut berduka cita yang mendalam bersama para korban. Sesuai arahan Presiden Prabowo, kami berupaya semaksimal mungkin menanggulangi semua kerusakan yang terjadi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga yang terdampak mendapat perlindungan, bantuan, dan harapan bagi masa depan mereka,” tegas Wakil Gubernur Johni Asadoma di lokasi bencana.

Ia juga menegaskan pemerintah akan memperpanjang masa pencarian korban hilang serta memperkuat personel dan sarana pencarian di lapangan.

BACA JUGA:  Gubernur, Wagub NTT dan Wali Kota Kupang Hadiri Pembukaan Mubes IV IKAS Kupang

Sejumlah warga menyampaikan duka dan kebutuhan mendesak saat bertemu dengan Wakil Gubernur. Yosefina Meli Boa (35), salah seorang warga Desa Sawu, menceritakan dirinya selamat bersama anaknya setelah berpegangan pada batang pohon saat banjir datang, namun suami dan anaknya ditemukan meninggal keesokan harinya.

“Kami sekarang kekurangan air bersih untuk makan, minum, dan kebutuhan sehari-hari. Bak penampung di hulu pecah, jadi kami hanya bertahan dengan persediaan yang ada,” ungkap seorang warga kepada Wakil Gubernur.

Komitmen Pemulihan

Kunjungan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan memastikan percepatan pemulihan. Pemprov NTT bersama pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait berkomitmen melakukan penanganan bencana dengan prinsip lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali bangkit dengan harapan baru. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.