Wali Kota Kupang Apresiasi HMI, Dorong Kader Jadi Kompas Moral di Era Kecerdasan Buatan

oleh -3616 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Pengurus HMI Kota Kupang pada Senin 19 Januari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi peran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mencetak kader intelektual yang berkontribusi bagi bangsa dan daerah.

Dia mendorong kader HMI untuk tampil sebagai kompas moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Kupang Periode 2025–2026, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (19/1/26).

Kegiatan kaderisasi ini mengusung tema “Rekonstruksi Intelektual HMI di Era Artificial Intelligence: Etika, Inovasi, dan Arah Baru Peradaban.” Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum HMI Cabang Kupang Periode 2025-2026 Muhammad Farid Ridha beserta jajaran pengurus, tokoh Islam dan sesepuh HMI, Ketua Panitia Muhammad Faizal, para senior dan alumni HMI, narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Latihan Kader II.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses pelatihan formal, melainkan penempaan karakter dan mental calon pemimpin masa depan.

Menurutnya, kepemimpinan sejati lahir dari proses panjang yang tidak selalu mudah dan sering kali menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak populer.

“Pemimpin harus berani meskipun tidak populer. Dalam banyak kebijakan, keberanian itu diuji. Namun justru di jalan yang sunyi itulah kebenaran sering ditemukan,” ujar Wali Kota.

Ia mencontohkan sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, seperti pembatasan jam musik hingga dini hari serta kebijakan penggunaan helm full face. Meski awalnya mendapat penolakan, kebijakan tersebut dinilai berdampak positif dalam menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA:  Harmoni di Rumah Jabatan: Wakil Gubernur NTT dan Media Menyulam Harapan Bersama

Wali Kota juga menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh faktor keberuntungan semata, melainkan oleh kesiapan dan keberanian dalam memanfaatkan peluang.

“Keberuntungan hanyalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan,” tegasnya.

Dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya di era digital dan kecerdasan buatan, dr. Christian Widodo mengingatkan pentingnya etika dan nilai kemanusiaan. Ia mengapresiasi tema Latihan Kader II HMI yang menempatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai pengendali peradaban.

“Artificial Intelligence adalah alat bantu, bukan pemimpin. Manusia harus tetap berada di depan dengan kompas moral dan etika yang kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Kota Kupang sepanjang tahun 2025. Di antaranya, Kota Kupang masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran, meraih predikat Kota Damai dan Inklusif dari Kementerian Dalam Negeri, penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik dari Bank Indonesia, serta penghargaan perencanaan pembangunan tertinggi dari Bappenas setelah 10 tahun.
Berdasarkan survei kepuasan publik yang dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen, tertinggi sepanjang sejarah pemerintahan kota.

“Capaian ini bukan semata hasil kerja saya dan Wakil Wali Kota, tetapi berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader-kader HMI,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak kader HMI untuk terus menjadi “lilin-lilin kecil” yang memberi cahaya melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan daerah.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kupang, Muhammad Farid Ridha, menegaskan pentingnya rekonstruksi intelektual kader HMI dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan dan revolusi digital. Menurutnya, kaderisasi HMI harus menjadi ruang penguatan nalar kritis, nilai, dan idealisme.

BACA JUGA:  KPA Kota Kupang dan Dinas Kominfo Sepakat Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Video di Ruang Publik

“Kader HMI tidak cukup hanya aktif di ruang digital, tetapi harus hadir sebagai aktor perubahan nyata, menjadi kompas moral di era digital, serta penjaga nurani dalam pembangunan peradaban Islam dan Indonesia,” pungkas Farid. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.